Minggu, 13 September 2015

JANGAN DEKATI MALAPETAKA

Tahukah anda tentang apa yang dibesar-besarkan oleh umat Islam adalah merupakan malapetaka?

>> Idul Fitri: kejahatan, maling, pencurian, perampokan, kecelakaan jalan raya adalah
                    malapetaka terbesar dalam kurun setahun?!

>> Pembagian zakat Fitrah: berapa banyak yang menjadi korban antrean mendapatkan zakat?!

>> Ibadah haji; hampir setiap musim haji adalah malapetaka. Yang terkini:

Pesan ALLAH adalah pesan malapetaka buat kaum Muslim, sebagaimana pesan Jibril adalah mencekik Muhammad;

QS. 19:71      “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu
                        Hal itu bagi TUHANmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.”

Jadi, kewajiban kaum Muslim selain bersedekah adalah mendatangi neraka. Hiiiii.........!

Musibah Crane Jatuh, Pesan dari Allah

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/09/12/nuk3wk346-musibah-crane-jatuh-pesan-dari-allah

Suasana beberapa saat setelah crane jatuh di Masjidi Haram.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menilai peristiwa hujan badai di kompleks Masjidil Haram, Makkah, Jumat (11/9) kemarin hingga menewaskan sekitar 107 jamaah calon haji sebagai sebuah peringatan dari Allah SWT.
“Peristiwa itu bisa sebagai peringatan bagi umat Islam sedunia karena itulah tempat berkumpul Muslim dari seluruh dunia," ujarnya kepadaRepublika.co.id, Sabtu (12/9).
Yunahar mengatakan, peristiwa tersebut mengandung peringatan dan pesan bagi umat Muslim di seluruh dunia yang sedang dilanda perpecahan, khususnya di Timur Tengah.
"Secara garis umum, umat Islam semakin menjauh dari ajaran Alquran dan Nabi Muhammad SAW. Apalagi dari sisi persatuan umat, khususnya di Timur Tengah banyak pembunuhan," ucapnya.

Meski mengandung makna mendalam, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia tersebut merasa umat Islam harus hati-hati menyikapinya. Sebab, ada saja yang menganggap peristiwa itu sebagai azab.
"Di zaman Nabi Muhammad, bisa tahu itu peristiwa azab atau bukan. Tapi, kalau kita kan tidak tahu itu bisa ditafsirkan peristiwa alam biasa atau bukan," ujarnya.

Ia merasa daripada dianggap sebagai azab, sebaiknya umat Muslim menganggapnya sebagai peringatan keras. Hal itu supaya umat Muslim kembali bertaubat kepada Allah.
"Tapi, sebagai umat Islam kita bisa ambil makna dari kejadian itu sebagai peringatan keras untuk kembali ke ajaran Allah, jika tidak bisa saja ada azab," katanya.

Tidak ada komentar: