Rabu, 02 September 2015

JANGAN MELIHAT JOKOWI DENGAN PERASAAN

Banyak orang yang ketemu pejabat saking senangnya, lupa dengan penderitaannya, meneteskan airmata terharu, maka pejabat itupun dijadikannya dewa pujaan hatinya. Padahal esok hari dia harus bangun dari tidurnya dan menikmati susahnya mengais rejeki. Sudah begitu sore harinya harus terkejut karena presiden yang dijumpainya kemarin itu mengumumkan kenaikan harga BBM. Teganya?! Belum habis keterkejutannya, malam hari pak RT datang ke rumahnya memberitahukan kalau rumahnya akan digusur karena pemerintahan Jokowi hendak membuat waduk.

Yah! Harap tahu saja kalau presiden itu bukan untuk pacar atau kekasih kita. Kalau pacar itu bisa diajak main perasaan. Tapi presiden itu alamnya di matematika. Karena itu melihat presiden janganlah dengan perasaan, tapi pergunakan nalar yang sehat. Pergunakan pendekatan bisnis; menguntungkan atau tidak? Kalau menguntungkan dekati kalau tidak menguntungkan sepak yang jauh. Sebab seperti itulah dia akan memperlakukan kita.


Tangis Haru Sopir Metro Mini Saat Beri Batu Akik ke Jokowi

http://news.detik.com/berita/3006983/tangis-haru-sopir-metro-mini-saat-beri-batu-akik-ke-jokowi

Jakarta - Bak mimpi di siang bolong, itulah yang terbersit di benak Tagor Napitupulu (49) saat makan bersama Presiden Joko Widodo. Hanya cincin batu akik Bulu Macan saja yang bisa gambarkan ungkapan perasaan Tagor siang ini.

Tagor ke Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015) bersama teman-temannya sesama pengemudi dan kenek Metro Mini. Tak hanya itu, ada pula ojek pangkalan, Go-Jek, Kopaja, taksi, dan mikrolet yang semuanya berjumlah seratus orang.

Tagor duduk di sisi sebelah kiri pada sebuah meja bundar. Matanya terus memandangi Presiden Jokowi yang makan di sisi tengah dan kemudian membuka sesi tanya jawab.

"Saya di Jakarta dari tahun 1998, ini pertama kali saya masuk Istana. Jadi kita kan seneng banget jadinya. Belum ada Presiden seperti ini. Biasa kan yang sudah-sudah seperti open house, bukan istilahnya kan sesudah lebaran kan istilahnya silaturahim," kata Tagor.

Hidangan yang tersaji mungkin bisa dibilang tak berbeda dengan santapan sehari-hari. Mulai dari soto ayam, nasi goreng, sampai udang goreng. Tapi yang spesial menurut Tagor adalah ketika menyantap makanan yang sama dengan Presiden.

Sayangnya waktu untuk bercengkerama siang ini tak panjang. Sehingga perwakilan dari Metro Mini yang sedianya adalah Tagor, belum berkesempatan menyampaikan uneg-uneg.

Acara kemudian berlanjut dengan sesi foto bersama Jokowi secara bergantian berdasarkan instansi masing-masing. Ketika Metro Mini selesai berfoto bersama, tiba-tiba Tagor mendekati Jokowi.



Tagor bersalaman dan mencium tangan Jokowi, sehingga Sang Presiden pun kaget. Lebih kaget lagi ketika ternyata Tagor menyelipkan sesuatu ke tangan Jokowi. Lalu Tagor berjalan menunduk menuju pintu keluar, menyembunyikan air mata haru yang tak sengaja menetes usai memberikan cincin batu akik Bulu Macan kepada orang nomor satu di Republik Indonesia.

"Jenis batunya katanya Bulu Macan, katanya. Saya belinya di Pasar Senen. Istilahnya sopir-sopir juga yang jual. Sebenarnya saya bukan beli, tapi saya lihat itu dia punya batu saya senang itu. Enggak dipatok harga. Saya kasih ini saya punya 'merah' doang. Ternyata diterima. Merah maksudnya seratus ribu," tutur Tagor yang sehari-hari mangkal di Terminal Stasiun Senen itu.



Tagor mengaku secara tiba-tiba ingin berikan cincin tersebut untuk Jokowi. Entah mengapa hal itu terlintas, tetapi dia senang ketika Sang Presiden menerima pemberiannya itu.

"Tapi tadi istilahnya apa tadi, ah sudah lah saya mau kasih cinderamata ala kadarnya. Mungkin besok bisa diingatnya kita kan," ungkap ayah 4 anak tersebut.
(bpn/mok)

Tidak ada komentar: