Rabu, 30 September 2015

JANGAN SEMBARANGAN BERUCAP

Saya mendapati suatu fakta; Muslim yang semakin rajin sholat, semakin Islami, semakin jahat. Lihat saja macam teroris dan FPI. Tapi Muslim yang suka disebut Muslim KTP, justru mereka itu umumnya yang berhati baik. Kenapa? Sebab apa yang terjadi itu mencerminkan apa yang diperbuat, apa yang ditanam itulah yang berbuah. Sama seperti semakin mendekati api semakin panas, semakin jauh dari api semakin dingin.

Apa kata Muslim sejati? Halal meminum darah pak Hakekat! Hah?! Dari mana mereka mendapatkan kata-kata itu? Dari Al Qur'an, bukan?!

Al Qur'an menyebut orang Kristen itu kafir, sedangkan ayat lainnya memberikan perintah supaya memancung kepala mereka. Itulah sebabnya di Indonesia ini tokoh-tokoh Muslim kalau berbicara di koran: "Islam itu agama damai." Tapi kalau berbicara di mesjid: "Mari kita berjihad di jalan Allah, kita basmi Amerika, kita makan Hamburgernya dan kita minum Coca Colanya." Di hari yang lain mereka berkata: "Mari kita sikat Yahudi, kita pakai komputernya, kita manfaatkan HP-nya, dan kita berfacebookria setiap hari." Jika istri belum tentu ada di sampingnya setiap saat, HP bikinan Yahudi pasti selalu ada di sakunya.

TUHAN mengajari bangsa Yahudi, jika mereka hendak mengucapkan berkat supaya di atas gunung Gerizim, sedangkan kalau hendak mengutuk orang di atas gunung Ebal. Mereka untuk ke gunung itu harus melakukan perjalanan berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Apa artinya? Bahwa memuji atau mengutuk orang itu jangan sembarangan! Jangan karena lidah pressto, lidah tak bertulang, lalu ngomong seenak-enaknya sendiri.

Ulangan 11:29    Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang
                         engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan
                         berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.

Kita dilengkapi dengan otak adalah supaya memikirkan apa-apa yang hendak kita ucapkan!

Tidak ada komentar: