Minggu, 20 September 2015

KENAPA QATAM AL QUR'AN GENDENG?!

Santri-santri yang memberanikan diri secara sembunyi-sembunyi mempelajari Al Qur'an terjemahan, pada akhirnya akan menghadapi perang bathin yang hebat. Sebab dia akan mendapati suatu pertentangan yang teramat tajam antara apa yang diterimanya di pesantren dengan apa yang dibacanya dari Al Qur'an sendiri. Ketika gurunya berkata: "Itu tahi!" Al Qur'an berkata: "Itu roti enak sekali!" Dan ketika gurunya berkata: "Kristen itu kafir", Al Qur'an berkata: "Itu adalah PEDOMAN dan RAHMAT!" Tapi santri itu tak mungkin berani mengungkapkan temuannya. Dia takut dibilang murtad dan disiksa dengan push up dan puasa. Akhirnya yang bisa dia lakukan hanyalah mengabaikan temuan-temuannya, melupakan kebenarannya, menganggap ilmu agamanya yang mungkin masih dangkal, dan pada akhirnya dia bersumpah takkan berani lagi untuk masuk ke terjemahan Al Qur'an. Itu adalah wilayah terlarang, wilayah "Dangerous", wilayah Dajjal yang menyesatkan. Siapa yang mencoba-coba mempelajari Al Qur'an terjemahan, maka dia akan tersesat dalam kekafiran. Lebih-lebih jika tanpa bimbingan guru Muslim.

Firman ALLAH dalam Al Qur'an itu terlalu vulgar dalam mengunggulkan ISA dan Kristen. Bagi Islam itu seperti pipa air yang bocor. Karena itu para pendekar Islam berdiri membentengi Al Qur'an dengan keterangan-keterangan dengan tanda kurung: (.........) Mereka sangat agresif dalam membendung pembelotan Al Qur'an, seperti bendungan lumpur Lapindo yang bersaingan dengan luapan lumpurnya, sampai-sampai setengah halaman dikorbankan untuk memberikan keterangan pers.

Dalam sejarah terjemahan Al Qur'an digambarkan: "Menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa lain bukanlah pekerjaan mudah. Betapa tidak. Alquran merupakan mukjizat yang menggunakan bahasa ilahiyah, yang tak mungkin dapat ditandingi manusia manapun." Contohnya?

Ketika ibunya nabi ISA dikatakan oleh ALLAH sebagai saudara perempuan Harun;

QS. 19:28          “Hai saudara perempuan Harun, …….”

Semua juru terjemah dibuat terkejut dan terkesima. Ini ayat apa? Ini masak Firman TUHAN? Masak TUHAN bisa keliru mengidentifikasi orang? Maria, ibu ISA disamakankan dengan Miryam, saudara perempuan Harun? Tapi itu tidak salah jika dikaitkan dengan kitab ke-3: Ali Imron, sebab Imron memang bapaknya Harun dan Musa;

Keluaran 6:20       Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi 
                              isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya. 
                              Umur Amram seratus tiga puluh tujuh tahun. 

Tapi jika ISA itu hidup di zaman Harun dan Musa[1.500 Sebelum YESUS lahir], lalu siapa yang melakonkan YESUS di Al Qur'an?! Repot, 'kan?! Itulah yang disebut sebagai kesulitan menterjemahkan Al Qur'an, sebab harus main tambal sulam. 

Jika ada mobil didorong, itu ada 2 kemungkinan. Mungkin itu mobil mainan tapi bisa jadi itu mobil yang mesinnya mogok. Demikian halnya antara anda dengan saya; kita sama-sama berdiri sebagai juru penerang kitab suci kita masing-masing. Anda menerangkan Al Qur'an sedangkan saya menerangkan Alkitab. Tapi sesungguhnya sifatnya berbeda. Anda berusaha menyihir pembaca supaya melihat anjing sebagai kucing, sedangkan saya justru berusaha memberdayakan otak anda seperti orang mendorong mobil yang mogok supaya mesinnya bergerak. Dari satu ayat saya tunjukkan ke ayat yang lainnya, supaya ayat ditopang ayat sehingga menjalin kekuatan logika. 

Pada saat kekuatan logika dalam diri anda terbentuk, maka pada saat itulah anda bisa menelanjangi ajaran-ajaran yang busuk, palsu dan menyesatkan. 

Di saat kaum Muslim yang jago sholat 5 waktu sedang disibukkan menerangkan wafat dan diangkatnya nabi ISA dengan cerita-cerita yang semakin konyol; "ISA diangkat hidup-hidup, setelah di sorga diwafatkan lalu dibangkitkan", orang yang akal pikirannya sudah menyala, sudah sampai pada tahap tertawa terpingkal-pingkal.

Tidak ada komentar: