Senin, 28 September 2015

Menkes: Sebagian Besar Obat dan Vaksin Mengandung Babi

http://popbali.com/menkes-sebagian-besar-obat-dan-vaksin-mengandung-babi/

Semua Obat dan Vaksin Mengandung Babi

Ternyata, sebagian besar obat dan vaksin mengandung unsur Babi, sehingga tidak bisa disertifikasi halal. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sebagai alasan mengapa pihaknya menolak jika produk farmasi diharuskan bersertifikat halal.
Sementara itu, sudah menjadi aturan resmi di Indonesia bahwa segala hal yang dikonsumsi harus disertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia, selain sertifikasi oleh Balai POM dan Kementerian Kesehatan. Tujuannya, agar umat Islam bisa dengan mudah mengenali mana barang yang halal dan boleh dikonsumsi, mana yang tidak.
Namun khusus obat-obatan dan vaksin, menteri kesehatan menolak sertifikasi halal.
Menkes Nafsiah Mboi
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, menolak sertifikasi halal untuk obat-obatan dan vaksin
“Kita menolak sertifikasi halal itu untuk vaksin dan obat-obatan,” ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Jakarta pada Selasa (3/12/2013.)
Penolakan itu disampaikan terkait dengan adanya usulan pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) agar produk farmasi seperti obat dan vaksin juga disertifikasi.
Adapun alasan Kementerian Kesehatan menolak usulan dalam RUU JPH itu karena, seperti disampaikan oleh Menkes Nafsiah, hampir semua jenis obat dan vaksin mengandung unsur Babi, sehingga hampir semua produk farmasi sesungguhnya tidak halal.
“Contohnya, walaupun bahan vaksin tidak mengandung babi, tapi katalisatornya itu mengandung unsur babi. Sehingga tidak bisa dinilai kehalalannya,” papar Nafsiah.
Menurutnya, bila sertifikasi halal itu diterapkan, maka vaksin dan obat-obatan tidak bisa lagi digunakan oleh sebagian besar penduduk Indonesia yang memang mayoritas beragama Islam.
Termasuk jamaah haji yang terkena influenza, masih menurut Nafsiah, juga tak bisa diobati lantaran obatnya tak halal.
Oleh sebab itu, pihaknya menolak jika produk farmasi yang berupa obat-obatan dan vaksin juga harus disertifikasi halal.


Tidak ada komentar: