Kamis, 03 September 2015

SENANGKAH JOKOWI DENGAN PENCOPOTAN BUWAS?

Terkait UPS, Bareskrim Siap Periksa Jokowi

http://news.metrotvnews.com/read/2015/05/04/393674/terkait-ups-bareskrim-siap-periksa-jokowi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Mabes Polri menegaskan akan memeriksa Presiden Joko Widodo terkait kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat penyimpan daya listrik uninterruptible power supply (UPS) yang dianggarkan dalam APBD Perubahan DKI 2014.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso mengatakan, pemeriksaan Jokowi selaku mantan Gubernur DKI Jakarta saat anggaran UPS diajukan dalam APBDP 2014. Namun, pemanggilan Jokowi masih menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi saat ini.

"Kami akan tanyakan saat beliau (Jokowi) jadi Gubernur, sekarang ditangani Pak Ahok, sama saja saya kira," kata Buwas di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2015).

Bareskrim tak hanya menanyakan perkara kasus UPS saja, akan tetapi anggaran-anggaran siluman lainnya. "Tak hanya UPS, masalah lain sudah kami temukan," ujarnya.

Seperti diketahui, Bareskrim telah menetapkan dua pejabat DKI sebagai tersangka, Alex Usman dan Zainal Soleman.

Tak hanya itu, Bareskrim Polri telah memanggil dan memeriksa dua anggota DPRD DKI Abraham Lunggana dan Fahmi Zulfikar sebagai saksi. Seperti diketahui, Lulung menjabat sebagai koordinator Komisi E yang membidangi pendidikan pada 2014 lalu. Sedangkan Fahmi menjabat sebagai Sekretaris Komisi E.
 
FZN

Ahok Seret Nama Jokowi Soal Tudingan Tanggung Jawab UPS

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150626201018-12-62696/ahok-seret-nama-jokowi-soal-tudingan-tanggung-jawab-ups/

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi santai perihal tudingan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana yang menyatakan bahwa dirinya harus bertanggung jawab dalam dugaan korupsi UPS pada APBD 2014.

"Kalau memang bareskrim memanggil, silahkan saja," kata Ahok, sapaan akrab Basuki usai menghadiri silaturahmi dan buka bersama di Kantor Kelurahan Duren Sawit, Jakarta, Jumat (26/6).

Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung itu menilai seharusnya sang gubernur melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap seluruh penggunaan dana APBD 2014. Sebab, kata Lulung, sebagai eksekutif di Jakarta, seluruh proses lelang dan belanja barang dilakukan langsung oleh Ahok dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (Baca juga: Haji Lulung Sebut Ahok Pencitraan dalam Berantas Korupsi)

Menanggapi hal itu, Ahok justru menyeret nama Joko Widodo untuk ikut bertanggung jawab bersama dirinya. "Kalau saya tanggung jawab seperti itu, Pak Jokowi juga harus sama-sama tanggung jawab," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok membawa serta nama Jokowi lantaran pokok-pokok pikiran (pokir) yang menyangkut hal tersebut sudah ada sejak tahun 2012 lalu. "Itu kan pokir tahun 2012," katanya.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi di Balai Kota Jumat petang, Lulung menyebut Ahok hanya melakukan pencitraan saat melaporkan dugaan adanya korupsi pada APBD 2014 DKI Jakarta Februari silam.

Menurut dia, sebagai Wakil Gubernur, pelaksana tugas, dan Gubernur DKI Jakarta tahun lalu, Ahok harus bertanggungjawab atas seluruh penggunaan dana APBD 2014. (Baca juga: Soal Korupsi, Lulung Lempar Bola Panas ke Anak Buah Ahok)

"Harusnya dia evaluasi dulu bagaimana mungkin UPS bisa terjadi lelang? Itu yang menjadi persoalan," katanya. Selain itu menurutnya beberapa sekolah penerima UPS itu seharusnya diverifikasi siapa calon pemenang lelangnya. "Tanya satuan harganya ke pabrikan, ditinjau juga pabriknya ada tidak?" kata Lulung.

Lulung juga menilai jika korupsi masih terjadi di lingkup Pemprov DKI Jakarta tahun ini, berarti Ahok tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Jokowi Uji Kesetiaan Ahok dalam Kasus UPS

http://news.okezone.com/read/2015/05/07/338/1145874/jokowi-uji-kesetiaan-ahok-dalam-kasus-ups

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sedang menguji kesetiaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai teman. Ahok akhirnya menunjukkan kesetiaan dengan tidak mendorong polisi untuk memeriksa Jokowi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan UPS (uninterruptible power supply).
“Jadi, Jokowi ini sedang mengintip Ahok. Ada permainan di sini. Saling menguji kesetiaan,” ujar Direktur Centre for Budgeting Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada Okezone, Kamis (7/5/2015).
Ia menambahkan, Ahok juga menguji kesetiaan Jokowi dengan cara melihat sikap pria asal Solo itu terkait rencana pengajuan hak angket DPRD DKI Jakarta. Nah, Jokowi juga dinilai sudah membuktikan kesetiaan. Jokowi tidak mendorong hak angket dan tidak memojokkan Ahok dalam setiap perseteruan dengan DPRD DKI.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) menyalahkan Jokowi. Ia menilai, sewaktu menjabat Gubernur DKI, Jokowi harusnya mengevaluasi rencana pengadaan UPS. Seperti, meninjau ada-tidaknya penggelembungan anggaran UPS.
Menyikapi hal itu, Ahok justru berang. Ia mengatakan Jokowi kurang mengawasi pengadaan UPS tersebut. Dugaan penggelembungan anggaran UPS sendiri terjadi pada 2014. Dua tersangka sudah ditetapkan, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pemerintah Kota Jakarta Barat Alex Usman dan PPK dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat Zaenal Soleman.
(abp)

KEMUDIAN APA YANG TERJADI?

Hendropriyono dan Gories Mere Temui Ahok, Ada Apa?

http://news.liputan6.com/read/2227150/hendropriyono-dan-gories-mere-temui-ahok-ada-apa

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dan eks Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere tiba-tiba  mendatangi Gubernur DKI Jakarta Ahok. Tidak ada yang tahu maksud kedatangan keduanya karena tak masuk dalam agenda kunjungan gubernur.

Baik Hendro maupum Gories datang hari ini sekitar pukul 14.30 WIB, saat gubernur bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu masih menemui siswa SD dari Sekolah Global Savila, Pulomas di Balai Agung. Kedatangan keduanya pun luput dari pantauan awak media.

Keduanya diketahui datang melalui pintu samping. Mereka langsung diarahkan masuk ke ruang kerja Ahok. Sang Gubernur akhirnya keluar meninggalkan Balaikota Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Sedangkan Hendro dan Gories keluar ruang kerja Ahok melalui pintu lain dan masuk ke mobil lalu meninggalkan Balaikota.

Ahok mengatakan tidak ada pembicaraan serius dalam pertemuan itu. Pertemuan itu hanya diisi obrolan santai.

"Teman saja, dia mampir, ngobrol saja," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu memastikan tidak ada hal penting termasuk soal informasi intelijen. Pertemuan itu hanya sebatas obrolan teman lama.

"Ngobrol saja, ngalor-ngidul," pungkas Ahok. (Ans/Yus)

Maka semenjak itu senyaplah cuap-cuap Budi Waseso soal kasus UPS. Kasus mangkrak!


Tidak ada komentar: