Selasa, 01 September 2015

TAK ADA PRESIDEN YANG SEMPURNA, MEMANG

Tak ada presiden yang sempurna, memang, tapi tuntutannya ada. Rakyat juga tak ada yang sempurna, namun tuntutannya ada. Jangankan mencuri, mengendarai motor tak memakai helm saja sudah kena tilang. Jangankan tak memakai helm, melanggar garis jalan saja juga ditilang. Jangankan melanggar garis jalan, berkata-kata yang menyinggung perasaan orang saja sudah kena tempeleng.

Kita tidak mungkin tidak mengerutkan kening manakala Jokowi mengajukan Budi Gunawan yang tersangka korupsi itu menjadi calon Kapolri. Kita malah terbelalak dan kaget; masakan Jokowi sampai seperti itu? Sebuah berita yang bagaikan mimpi di siang bolong, bukan?! Kita tidak mungkin tidak terkejut manakala Jokowi sanggup menaikkan harga-harga ini dan itu, bukan?! Koq nggak sungkan?! Koq nggak merasa malu?! Koq tega?! Koq bisa?! Sungguh tak terbayang seorang bermobil Esemka yang berbahasa "Rapopo" itu sampai menjadi Drakula seperti ini. Tapi itu semua nyata, sebuah pelanggaran berat yang mencolok mata yang melanggar janji kampanye, melanggar konstitusi dan menyakiti hati kita.

Jokowi sudah sangat tak memenuhi syarat untuk kriteria seorang presiden kita. Masakan kita biarkan seekor monyet memimpin kita?

Tidak ada komentar: