Minggu, 13 September 2015

YANG MASUK MOBIL ITU PEMILIK

Suhar Tono Tidak bisa orang belajar setir mobil dari luar mobil, tapi harus masuk mobil dulu lalu belajar, tidak bisa orang mengerti da memahami Islam jika tidak masuk Islam, Ilmu Islam itu luas tdk bisa hanya di intip dari luar, maka yg terjadi akan salah tafsir dan salah maksut seperti yg posting artikel, seringkali agama lain menyerang agama lain dengan cara memenggal ayat dan mengartikan ayat sesuai kacamatanya bukan kacamata islam, pelajari alqur'an secara menyeluruh dan buang sifat fsnatik dgn agama tertentu, buang sifat sifat duniawi, lalu gunakan akal sehat, cepat atau lambat akan menemukan kebenaran

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hua..ha..ha...... yang masuk mobil itu pemilik, sehingga mobil jelek atau bagus harus terpaksa disayanginya. Tapi yang berada di luar itu calon pembeli. Dia memilih sebelum membeli. Kalau koceknya pas-pasan terpaksa dibelilah mobil bekas, dengan harapan: "insyaallah" sama bagusnya dengan mobil Limousine-nya Jokowi. Tapi yang kocek tebal pasti beli mobil yang lebih baguslah. Ada merk Katolik, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, saya pilih yang Kristenlah biar bisa masuk sorga. 

Saya tidak mau berguru tentang Islam pada ulama Islam. Kalau berguru, saya murid, maka saya harus manggut-manggut supaya tidak dibilang murid kurangajar. Tapi kalau bukan murid, saya bersifat mempertanyakan, dan itu halal.

Orang yang ingin berwawasan luas, bertanyanya kepada musuh, sebab musuh banyak mengetahui seluk-beluk musuhnya. Musuh bisa melihat kuman di seberang lautan, tapi orang dalam sering tak melihat gajah yang ada di depan matanya.

Tidak ada komentar: