Kamis, 15 Oktober 2015

ANTARA DOKTER DENGAN ALLAH

ALLAH dalam melakukan mukjizat penyembuhan tak pernah menggunakan medium apapun, seperti: obat, tetapi dengan jamahan tangan saja sudah tersembuhkan seketika. Sementara dokter menggunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan akal pikirannya, bukan berdasarkan kuasa TUHAN.

Kita perlu tahu bahwa di dalam ilmu kedokteran itu tidak ada ALLAH! Ilmu kedokteran itu menolak KEALLAHAN; ilmu kedokteran itu banyak dipengaruhi dari teori evolusinya Darwin.

>> Dokter tidak mengurusi moral. Orang sakit tak pernah dikaitkan dengan dosa tapi
     dikaitkan dengan pola hidup, pola makan. Itu yang dipersalahkan, bukan tabiat.
     Tak ada upaya mempertobatkan orang. Tetaplah maling, jika masih sakit,
     datanglah ke mari lagi. Itu kata dokter.

>> Dokter terang-terangan menolak hal-hal yang ghaib; baik dari setan maupun dari
     TUHAN.

>> Dokter tak mengakui adanya takdir TUHAN. Setiap keterangan kematian selalu
     disebutkan: gagal jantung, gagal ginjal, gagal ini-itulah.

Kita suka berkata: kita harus berusaha! Alkitab tak pernah menganjurkan kita "berusaha." Semua umat TUHAN dalam segala perkara hanya disuruh diam, sedangkan yang bekerja adalah ALLAH. Kita cuma diminta menuruti perintah TUHAN. Jika kita menuruti perintah TUHAN, maka TUHAN akan menuruti keinginan kita. Itu maksud TUHAN. Take and give!

Yesaya 30:15   Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah 
                   Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, 
                   dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi 
                   kamu enggan,
          30:16  kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka 
                    kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai 
                    kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

Disuruh diam kita tak mau, maka TUHAN akan memperparah keadaan kita. Semakin anda berusaha akan semakin besar permasalahannya.

Naaman yang sakit kusta datang ke nabi Elisa, oleh Elisa disuruh mandi 7 kali di sungai Yordan. Naaman gusar karena dia pikir harusnya nabi Elisa itu berbuat sesuatu;

2Raja-raja 5:10    Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah 
                      mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih 
                      kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
              5:11  Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka 
                      bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil 
                      nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di 
                      atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan 
                      penyakit kustaku!
                 5:12    Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik 
                      dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana 
                      dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan 
                      panas hati.

Naaman itulah potret kita yang suka mengagung-agungkan kepintaran, usaha dan kekuatan kita. Padahal kita tak becus apa-apa. Nah, TUHAN menuntut iman kita, bukan usaha kita.

Kedua hal itu, yakni dokter dengan TUHAN, janganlah dicampurkan. Jangan sekali-sekali kita mendoakan obat-obatan yang kita minum, sebab itu pantangan sekali bagi ALLAH. Jika kita ke dokter, ya ke dokterlah, jangan libatkan ALLAH di situ. Tapi jika kita ingin disembuhkan secara ajaib, singkirkan dokter sama sekali. Inilah kesulitan manusia akhir zaman ini; tak ada iman! Ini membuat segala ibadah anda kosong melompong. Kekristenan anda tak ada gunanya. Kristen tak ada kuasa TUHAN-nya. Sekalipun Kristen tapi sesungguhnya bukan Kristen. Sebab Kristen itu TUHAN andalan hidupnya. Iman yang bekerja, bukan usaha kita yang diunggulkan.

Saya sedih sekali jika saya diminta mendoakan orang sakit. Sebab itu membuat saya serba repot. Terpaksa saya doakan di hadapan orang tersebut demi menjaga perasaannya. Tapi setelah itu saya akan ralat doa itu di hadapan ALLAH secara pribadi. Saya tidak mau dimarahi ALLAH dianggap orang yang tak paham akan kehendakNYA.

Nah, jika anda tahu bahwa Kekristenan anda perlu diisi dengan iman, tidakkah ini memerlukan pertobatan?

Tidak ada komentar: