Sabtu, 03 Oktober 2015

CUKUP SATU AYAT SAJA

Jika saya mendengar Muslim mengaji, saya pilih tidur dari pada mendengarkan perkataan yang nggak jelas artinya. Tapi jika mereka mau membaca Al Qur'an terjemahannya, maka saya akan antusias untuk mendengarkannya. Sebab kata rasul Paulus jika orang ngomong dalam bahasa yang nggak jelas itu sama saja dengan orang gila, sama kayak burung Beo bisa ngomong tapi tak tahu artinya.

1Korintus 14:9    Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu
                           tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat
                           mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu
                           ucapkan di udara!
               14:10   Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia;
                          sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai
                          bunyi yang tidak berarti.
               14:11   Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang
                           asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.

Dan ketika bacaan mereka sampai di ayat ini;

QS. 43:4      “Dan sesungguhnya Al Qur’an itu DALAM INDUK AL KITAB [lauh
                    mahfuzh] di sisi KAMI, adalah BENAR-BENAR TINGGI [NILAINYA]
              dan AMAT BANYAK MENGANDUNG   HIKMAT.”

Saya akan berkata: "Saudaraku, cukup, saya tak perlu mempelajari Al Qur'an. Lebih baik saya mempelajari Alkitab yang merupakan induknya Al Qur'an, yang tinggi nilainya dan banyak mengandung hikmat."

Atau, jika mereka sampai pada ayat ini;

QS. 7:184     “Dia [MUHAMMAD] itu tidak lain HANYALAH seorang Pemberi
                      PERINGATAN lagi Pemberi PENJELASAN.”
 
atau:
 
QS. 46:9        “…dan aku tidak lain HANYALAH seorang Pemberi PERINGATAN
                      YANG MENJELASKAN.”
 
Saya akan berkata: "Cukup, kalau peranan Muhammad hanya mengingatkan saja, biarlah saya ucapkan terimakasih saja. Nggak perlu saya masuk Islam."
 
Atau ketika mereka membacakan sebuah hadist;
 
Hadits Shakih Muslim, oleh Adib Basri Mustafa, hal. 819; no. 76, 77:
          “Bersumber dari Abu Hurairah, Beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Mendekatlah
          dan berusahalah BENAR! Ketahuilah, bahwa setiap orang di antara kalian tidak bakal
          selamat KARENA AMALNYA. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga 
          engkau? Rasulullah bersabda: Tidak juga aku, kecuali bila ALLAH melimpahiku
          dengan rahmat dan karunia dariNYA.”
 
Saya akan berkata: "Cukup, saudaraku, saya takkan masuk Islam. Biarlah saya mencari agama yang lain yang bisa menyelamatkan saya. Sebab agama yang tidak bisa menyelamatkan, maka dia sudah kehilangan fungsinya, sama seperti sabun yang tidak bisa membersihkan. Buat apa saya membeli sabun yang tidak bisa membersihkan?"

Atau ketika mereka sampai di ayat ini;

QS. 3:45      “Namanya ISA AL MASIH putra Maryam, seorang Terkemuka di dunia
                    dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan [kepada ALLAH].”

Saya akan berkata: "Cukup, cukup! Itulah yang saya cari, seorang yang paling hebat di dunia dan di akherat. Dengan demikian nabi Muhammad sudah menjalankan fungsinya sebagai pengingat dan pemberi penjelasan. Saya hanya mengucapkan terimakasih telah mengingatkan saya akan kebesaran nabi saya; ISA al MASIH."

 Nah, bagaimana dengan anda; masihkah anda berada di dalam mobil yang mesinnya rusak?!

Tidak ada komentar: