Minggu, 25 Oktober 2015

DARI IMAN KEPADA IMAN

ALLAH menyelamatkan dengan cara mengutus ANAKNYA ke dunia, itu adalah metode ALLAH, yang merupakan hak prerogatifNYA. Kita nggak bisa mempertanyakan masalah itu. Yang bisa kita pertanyakan adalah mengapa kita sulit mempercayainya? Dan itu adalah urusan pikiran kita masing-masing.
Ketika semua orang menikmati ayam goreng dengan lahapnya, yang sakit pasti tak bisa melahapnya. Jadi, belum tentu ayam gorengnya yang nggak enak. Belum tentu metode ALLAH itu yang salah. Lebih-lebih ketika didapati betapa amburadulnya dalam Islam.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Dear Ifan Ardiansyah, sangat disayangkan sekali jika acaranya diskusi, kalah diskusi lalu mengirimkan gambar porno. Anda menambah buruk citra agama anda sendiri, bukan?!
Jangan frustrasi seperti itu, bung, tapi berwudhulah, bertahajutlah, dan panggillah keras-keras ALLAHmu, Jibril dan Muhammad, untuk membantumu berdiskusi dengan saya. Jika dengan speaker TOA kurang keras, sewalah sound systemnya organ tunggal.
Hua..ha..ha....... sebenarnya bukan anda yang bodoh. Anda itu pinter! Masalahnya yang anda bela itu dalil-dalil yang nggak benar. Suatu kebohongan yang sangat nyata, bagaimana hendak disembunyikan terus-terusan?! Nggak mungkin! Ada saatnya itu akan terbongkar juga. Hanya sialnya koq sekarang. Inilah yang mengejutkan anda, bukan!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Menyelamatkan manusia adalah kewajiban ALLAH selaku Pencipta, sedangkan cara menyelamatkan itu adalah suka-suka hati ALLAH, merupakan hak prerogatifNYA. Kita tidak dalam posisi mempertanyakan, melainkan dalam posisi pilihan;

Yeh. 34:16    Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

DARI IMAN KEPADA IMAN;

Rm. 1:17    Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Kekristenan dimulai dari Abraham sebagai bapak orang beriman. Ketika itu Abraham sudah tua, sedangkan istrinya juga sudah mati haid. ALLAH menjanjikan seorang anak; Ishak. Namun sebelum Ishak itu lahir, ALLAH menunjukkan bintang-bintang di langit kepada Abraham, bahwa keturunannya akan sebanyak bintang-bintang itu. Dan Abraham mempercayai perkataan itu, lalu ALLAH memperhitungkannya sebagai kebenaran;

Kej. 15:6    Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Jadi, kebenaran adalah mempercayai Firman ALLAH, bukan berdasarkan bukti tapi berdasarkan janji ALLAH. Karena itu jika kaum Muslim menolak konsep keselamatan oleh YESUS KRISTUS, karena hal itu bukan hal yang nyata, menyatakan tidak adanya iman. Dan tidak adanya iman memberikan petunjuk pada ketidakbenaran, bahwa anda bukanlah orang benar.

Orang yang tidak benar tidak mungkin bisa menerima kebenaran, sama mustahilnya dengan kambing memakan daging. Injil bukan konsumsi untuk anda, orang yang hati nuraninya tidak bersih. Tabiat anda membuktikan hal ini.

Perkataan ALLAH tidak anda percayai, perkataan manusia yang tidak jelas, yang tidak pasti, itulah yang lebih anda sukai. "Mudah-mudahan" lebih cocok untuk anda, dari pada yang pasti.

Lukas  16:31    Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Tidak ada komentar: