Sabtu, 10 Oktober 2015

HARUS BEKERJA TUNTAS

Kalau anda menyapu rumah, ada sedikit kotoran, apakah akan anda biarkan atau anda sapu sekalian? Kalau anda membersihkan rumput di halaman rumah, ada sedikit rumput yang tersisa, anda biarkan atau anda cabut sekalian? Karena itu ijinkan saya membersihkan Kekristenan dari segala tuduhan yang tidak benar dari kaum Muslim. Sebab agama Islam ini telah mencetak umatnya untuk membenci Kristen sedemikian rupa sehingga kalau mereka melihat orang Kristen, seperti melihat babi atau cacing pita! Begitu jijiknya mereka dengan orang Kristen, dan begitu angkuhnya mereka menjadi Muslim. Sudah begitu banyak kita dirugikan.

Saya harus menyempurnakan kesalahan Islam, karena Islam telah menganggap dirinya agama yang paling sempurna.

Anda pernah lihat timbangan di toko beras? Sisi yang satu diisi beras, sedangkan sisi yang satunya adalah timbel atau pemberat. Nah, ketika berasnya lebih berat, bukankah timbelnya akan terangkat? Demikian pula dengan yang saya kerjakan. Semakin banyak kesalahan Islam yang bisa saya ungkapkan, bukankah semakin tinggi kemuliaan YESUS?! Karena itu mengapa anda mencegah saya melanjutkannya, sehingga kemuliaan YESUS tertahan, tidak boleh semakin ditinggikan?!

Jangan lupa, di zaman Musa ketika hendak membawa bangsa Israel meninggalkan Mesir, banyak tua-tua Yahudi yang berusaha menghalangi rencana Musa, yang berarti juga rencana TUHAN. Dan TUHAN YESUS juga bukan mati dibunuh oleh bangsa lain, melainkan oleh bangsanya sendiri. Karena itu kita tidak perlu heran dengan munculnya kritikus-kritikus yang mengatasnamakan kesopanan, kelemahlembutan, kasih, dan lain-lainnya. Kita bisa melihat pada ujungnya. Apakah ujungnya?

Coba, kalau saya tidak melakukan pekerjaan ini, atau pekerjaan ini saya hentikan berdasarkan selera seseorang, siapakah yang tahu kesalahan-kesalahan Islam?! Dan jika dalam segala sesuatunya saya ditanggung oleh TUHAN, adakah TUHAN kekurangan sesuatu sehingga saya harus menerima nasehat dari kalangan manusia?!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Masalahnya itu begini; saya ini orang Jawa, orang Indonesia, orang Timur, orang yang terdidik kehalusan budi pekerti. Jadi, saya tahu bahwa apa yang saya lakukan ini seringkali tajam seperti pedang dan keterlaluan. Tapi bagaimana saya harus melawan perintah TUHAN? Sebab malam hari, tidur, dalam kondisi ngantuk, jika ada sesuatu yang harus saya tuliskan, maka pada saat itu juga saya menuliskannya, tak berani menunda.

Bagaimana dengan dokter yang membedah pasiennya. Tidak tahukah dokter itu kalau pasiennya kesakitan? Pasti tahu! Itulah sebabnya disuntik obat bius. Sebab hanya orang mabuk saja yang tidak menyadari apa yang dilakukannya, bukan?!

Tidak ada komentar: