Kamis, 01 Oktober 2015

KESULITAN MENERIMA KETUHANAN YESUS

Mengapa kaum Muslim begitu kesulitan menerima KETUHANAN YESUS? Sebab mereka mengartikan TUHAN itu sebagai ALLAH. Pemikiran mereka TUHAN = ALLAH, ALLAH = TUHAN. Padahal tidak seperti itu. Kalau ALLAH boleh disebut TUHAN, tapi TUHAN itu bukan ALLAH. Sebab TUHAN itu artinya adalah TUAN atau majikan atau boss atau pemimpin. Lihat bahasa Inggris; lord[huruf kecil] itu tuan, sedangkan LORD[huruf besar] itu TUHAN. Jadi, ALLAH sudah pasti Pemimpin kita, tapi pemimpin kita belum tentu ALLAH. Jokowi itu tuhan kita. Guru itu tuhan kita. Pendeta itu tuhan kita. Muhammad itu tuhan anda. Demikian pula dengan YESUS itu TUHANnya orang Kristen, sebab DIA yang memimpin orang Kristen. Tapi YESUS bukan ALLAH! ALLAH itu BAPANYA, sedang DIA adalah ANAK ALLAH. YESUS tak pernah menyatakan dirinya sebagai ALLAH, melainkan sebagai ANAK ALLAH.

Sedangkan tentang Alkitab yang diubah-ubah itu tak pernah ada. Yang ada adalah diterjemahkan ke dalam berbagai versi. Di zaman sebelum adanya lembaga-lembaga resmi Alkitab yang berusaha menyatukan bahasa Alkitab, tiap-tiap orang merasa berhak untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasanya masing-masing. Contohnya: Martin Luther menterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan pengertiannya sendiri.

Nah, setelah lembaga-lembaga Alkitab didirikan barulah terjemahan mulai disinkronisasikan untuk mengurangi kesenjangan bahasa, sehingga keberadaan Alkitab 175 versi kini sudah tinggal kenangan.

Tentang hal ini TUHAN YESUS berkata:

Wahyu 2:25     Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.

Alkitab versi apa saja yang kamu miliki, silahkan kamu jadikan pegangan, no problem! TUHAN tak pernah 
ribut dengan apa yang ada pada kita, sebab DIA itu TUHAN yang dahsyat! Ketika bertanya pada Musa: "Apa yang ada padamu?" Musa tidak menunjukkan pedang, melainkan hanya sebatang tongkat gembala. Tapi dengan itu cukup untuk menghajar firaun. Ketika "apa yang ada padamu?" ditanyakan kepada Petrus ketika harus memberi makan ribuan orang, Petrus juga hanya punya 5 potong roti dan 2 ekor ikan. Tapi nyatanya 5.000 orang bisa makan kenyang. Dan ketika ditanyakan di perkawinan di Kana yang kehabisan anggur, para pelayan hanya punya air tawar. Tapi itu bisa dijadikan anggur yang terlezat.

Karena itu, saya siap berdiskusi dengan anda dengan menggunakan Alkitab yang versi manapun. Saya tak kuatir sedikitpun.

Mudah-mudahan penjelasan ini menyadarkan anda untuk tidak lagi menganggap remeh Kristen. Okey?!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Anak Allah = Firman Allah
Firman Allah = Allah itu sendiri
Jika Firman Allah bukan Allah, berati Firman Allah adalah hasil produksi Allah.
Kalau begitu, lantas dengan apa Allah menciptakan Firman-Nya?.
Salah satu hal yang tak bisa diciptakan Allah adalah menciptakan Firman-Nya.
Firman harus ada dengan sendirinya, sehakekat dengan Allah yang ada dengan sendirinya. Maka secara logika terbukti bahwa Firman Allah adalah Allah itu sendiri.
Firman Allah adalah adikodrati, di luar akal manusia. Sedangkan yang tertulis atau terdengar oleh para nabi, adalah bahasa hasil ciptaan Allah.