Selasa, 13 Oktober 2015

KITA TIDAK HARUS JUJUR


Orang jujur adalah orang bodoh, seperti pipa air. Seberapa air yang masuk, semua dikeluarkannya. Ketika semalam mencuri atau berzinah dengan si Susi, itu diceritakannya ke semua orang tanpa rasa bersalah atau malu. Itulah orang yang jujur. Tidak bisa menyimpan rahasia dan tidak memiliki kebijaksanaan.
Tapi kita juga jangan berbohong. Artinya, ketika perbuatan tercela kita ketahuan, ya harus kita akui, jangan berkelit atau membuat cerita A menjadi B. Ini tidak jujur namanya.
Jadi, tidak jujur dengan tidak harus jujur itu sesuatu yang berbeda.
Tidak semua hal harus kita ceritakan pada orang, dan tidak semua orang patut mendengarkan cerita kita. Misalnya, cerita dewasa bukanlah konsumsi anak-anak.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebelum ada dosa, manusia tahunya yang baik-baik saja. Tapi setelah adanya dosa, manusia menjadi tahu yang baik dan yang jahat. Di sinilah kita diminta memainkan akal pikiran kita, diminta mengendalikan seperti menyetir mobil ke kiri atau ke kanan.
Tidak harus jujur, itulah yang saya katakan. Saya tidak mengatakan: Jangan jujur! Tidak harus jujur artinya tidak wajib, tapi jangan dialihkan menjadi berbohong. Tidak harus jujur bisa diartikan sebagai lebih baik diam. Misalnya, jika kita punya dosa, tak perlulah kita ceritakan ke orang lain, lebih baik kita selesaikan dengan TUHAN, dengan pertobatan.
Selingkuh? Ya, udah! Sudah terlanjur, sudah terjadi, tak bisa diralat! Nasi sudah menjadi bubur! Tak perlu kita ceritakan pada suami atau istri kita! Itu hanya membikin dosa semakin meluas ke mana-mana, bukan?! Tapi, segeralah bertobat!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 Kata seseorang: dunia ini panggung sandiwara, ada peran kocak dan ada yang berpura-pura! Eit! Alkitab tidak menyuruh kita seperti iblis, tapi seperti "kecerdikan" iblis.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Alkitab tidak mengajari kita supaya menjadi orang jujur. Yang ada jangan berbohong, jangan berkata dusta dan jangan mencuri. Selebihnya:cerdiklah seperti ular tapi tulus seperti merpati. Cerdiklah seperti ular = iblis. Artinya, pakailah taktik atau siasat atau strategi supaya kita jangan dipermainkan atau diperalat orang. Orang jujur, polos kayak orang desa justru bisa menimbulkan perang. Omongan si A disampaikan secara apa adanya kepada si B, akibatnya mereka berantem.
Kalau kita cerdik seperti iblis artinya kita lawan yang seimbang dengan iblis, maka kita tidak sampai diakali terus-terusan oleh iblis.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 Selesaikan dosa yang pertama itu dengan TUHAN, bukan dengan manusia. Perhitungkanlah segala sesuatu langkah yang hendak kita tempuh, bukan berdasarkan pada baiknya, tapi pada benarnya. Jika suatu langkah sekiranya akan menambah semakin runyam, semakin keruh, semakin meluaskan wilayah dosa, ya jangan dilakukan. Sebab dosa itu perlu dihentikan, bukan dilajukan terus.
Harusnya jangan selingkuh. Tapi jika sudah terlanjur, ya sudah, selesaikan dengan TUHAN. Kalau anda ceritakan ke istri, bisa berabeh itu! Tapi jika ketahuan istri, ya jangan lagi menambah kebohongan. Akui dan minta ampun.
Jadi, saya tidak mengajari anda selingkuh, lho! Saya hanya membantu anda menyelesaikan suatu masalah. Supaya masalah itu selesai dengan benar, artinya menurut proporsinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Percayalah pada Alkitab. Percaya pada Alkitab = percaya pada TUHAN. Kalau kita percaya pada Alkitab kita tidak akan berusaha menambah atau mengurangi isi Alkitab. Kita harus percaya bahwa Alkitab sudah memuat ajaran yang lengkap hingga ke titik komanya. Kita jangan mereka-reka dan jangan menambahkan sesuatu yang kita pikir baik sebagai seolah-olah ajaran TUHAN. Contohnya, ya masalah kejujuran.
Ada tertulis: Ada jalan yang disangka lurus ujungnya adalah maut!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Lagi; Alkitab tidak mengajarkan kebaikan tapi kebenaran. Yang mengajarkan kebaikan itu Islam - dunia: hukum negara itu kebaikan. Alkitab sudah memeteraikan kita sebagai manusia yang berdosa, manusia yang cacat!
Yeremia 13:23 Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
Jadi, TUHAN tidak menuntut kita menjadi orang yang sempurna. Kata Alkitab: Carilah TUHAN supaya kita yang malang ini terselamatkan. Kalau kita bisa sempurna, TUHAN YESUS tak perlu menjadi JURUSELAMAT.
Mzm. 32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Bukan berbahagialah orang yang tak punya dosa, tapi berbahagialah orang yang dosanya diampuni. Jadi, orang benar adalah orang berdosa yang tahu cara menyelesaikan dosa-dosanya.
Orang baik belum tentu benar, tapi orang benar sudah pasti baik. Sebab orang benar ada pertobatan! Terjadi perubahan oleh ajaran TUHAN;
Rm. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di sorga itu isinya bukan bayi-bayi yang masih suci, tapi orang-orang yang sudah mempunyai pengalaman dosa. Apa maksudnya? Dengan pengalaman pahit dosa itu mereka takkan berbuat dosa lagi seperti Adam dan Hawa yang masih lugu, ingin mencoba-coba.
Lihat, siapakah orang yang terjebak ke narkoba? Bukankah orang baik yang mencoba-coba? Dan siapakah yang bertobat? Bukankah orang yang berdosa?!
Roma 7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
Ketika kita berkata: Saya ingin menjadi orang baik, itu artinya kita orang berdosa. Tapi ketika kita ingin mencuri, itu artinya kita orang yang baik. Sama seperti ingin membeli mobil artinya masih belum punya mobil.
Manakah yang benar? Ingin menjadi orang baik atau ingin menjadi orang jahat? Jelas TUHAN ingin kita mempunyai keinginan menjadi orang baik. Artinya, kita adalah orang berdosa. Inilah orang yang dicari oleh TUHAN.
Mat. 9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 Mat. 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?"* Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: /"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Tidak ada komentar: