Minggu, 11 Oktober 2015

MEMBUKTIKAN PERKATAAN ALKITAB

Alkitab menyatakan bahwa manusia itu berdosa dan tidak ada seorangpun yang berbuat baik;

Roma 3:10    seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
          3:11    Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun
                     yang mencari Allah.
          3:12    Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada
                     yang berbuat baik, seorangpun tidak.
          3:13    Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-
                     rayu, bibir mereka mengandung bisa.
          3:14    Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
          3:15    kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
          3:16    Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
          3:17    dan jalan damai tidak mereka kenal;
          3:18    rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Sulitkah kita membuktikan fakta itu? Rasanya masih lebih sulit membuktikan bahwa kita ini bersih, bukan?! Agama seharusnya memainkan peranannya itu di sini, yakni membersihkan dosa. Namun sayangnya tidak semua agama memberikan pelayanan pengampunan dosa, termasuk agama Islam yang mengaku tidak bisa menyelamatkan seorangpun. Tapi Kristen, ALLAH menyerahkan ANAKNYA untuk menjadi dosa, supaya kita yang berdosa dibersihkan. ANAK ALLAH dikorbankan untuk menggantikan posisi berdosa kita. 

Hati kita dibuat aman, ketika kita bertanya pada ALLAH: "Apakah dosa saya sudah ENGKAU ampuni?" Maka ALLAH menjawab: "Bukankah kamu sudah menyaksikan sendiri, ANAKKU KUturunkan ke dunia? Jika keperluannya untuk memberitakan Injil AKU bisa menyuruh nabi-nabi dari kalangan manusia. Tapi AKU menyuruh dan menyerahkan ANAKKU supaya DIA yang tidak berdosa menjadi dosa, sama seperti kain lap untuk membersihkan meja, kotoran dari meja itu dipindahkan ke kain lap, maka meja itu menjadi bersih, demikianlah dosamu diambil alih oleh ANAKKU yang tidak berdosa."

Bangsa Yahudi diajarkan, jika mereka berdosa mereka harus membawa seekor domba ke bait suci. Orang itu harus menumpangkan tangan ke kepala domba itu sambil mengakui dosanya sebelum domba itu disembelih, supaya domba yang masih suka rumput dan masih kepingin hidup itu dimatikan sebagai ganti kematian kita. Itulah YESUS yang dilambangkan.

Tapi mana mungkin domba binatang bisa menyelamatkan manusia? Seorang Muslim bertanya: bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum YESUS? Sekalipun domba binatang tidak bisa menyelamatkan, namun penurutan mereka terhadap perintah ALLAH - Hukum  Tauratlah yang menyelamatkan mereka. Itulah sebabnya ketika YESUS masuk ke kubur, YESUS memberitakan Injil ke orang-orang yang sudah mati;

Yohanes 5:25     Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, 
                         bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka 
                         yang mendengarnya, akan hidup.

              5:28     Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua 
                          orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
              5:29     dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup 
                         yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 

1Petrus 4:6       Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati
                        supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi 
                        oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah. 


Dan ketika kita menyaksikan kebangkitan YESUS, kita diyakinkan akan adanya kebangkitan sesudah kematian, sebagaimana yang menjadi perdebatan antara orang-orang Farisi dengan orang-orang saduki;

Kisah 23:8     Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak
                      ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

 

Tidak ada komentar: