Senin, 05 Oktober 2015

MENGAPA YESUS MENJELMA MENJADI MANUSIA

Mengapa YESUS yang pada mulanya ANAK ALLAH di sorga, harus turun ke dunia menjadi manusia yang dilahirkan oleh perawan Maria? Karena ALLAH sangat mengasihi manusia sehingga IA mengutus ANAKNYA supaya ANAK ALLAH itu ikut menikmati penderitaan manusia akibat dosa, supaya manusia tahu dan mengerti bahwa ALLAH peduli dan ALLAH ikut menderita bersama manusia. Bahwa ALLAH bukan hanya RAJA yang ongkang-ongkang di sorga, tetapi DIA mau turun ke lapangan. Itulah sebabnya YESUS disebut: IMANUEL, yang artinya ALLAH ada di antara manusia.

Roma 8:3      Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya
                    oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya
                    sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena
                    dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

 YESUS itu seperti Jokowi yang suka blusukan sehingga disebut "presiden yang merakyat." YESUS mengambil rupa manusia, bukan sebagai ANAK ALLAH, sama seperti Jokowi yang sekalipun presiden namun pakaiannya sederhana, bahkan mobilnyapun hanya Limousine.

YESUS yang mahasuci itu telah membiarkan diriNYA dikotori oleh dosa, seperti sebuah truk kosong yang menyiapkan diri untuk dimuati. Sebab truk yang sudah penuh tak bisa dikasih tambahan muatan, sama seperti manusia berdosa tak mungkin bisa menjadi juruselamat sebab dia harus menanggung dosanya sendiri. Sama juga seperti kita kalau melihat ibu datang dari pasar, kita segera berlari menyongsongnya untuk mengambil alih bawaan ibu, sehingga ibu itu diringankan. Atau, sama seperti kita ketika menolong orang yang kecelakaan. Kita yang kuat menolong yang lemah, seperti itulah YESUS menolong kita.

Taurat Musa telah mengajarkan orang kudus yang menjamah barang yang najis, seperti mayat, maka dia menjadi najis, sedangkan orang najis yang menjamah benda yang dikuduskan akan menjadi kudus. Sama seperti orang baik yang berada di kumpulan pemabuk dia akan dianggap serupa pemabuk, sedangkan pemabuk yang berada di lingkungan orang baik maka dia akan digolongkan orang yang baik.

Jadi, manusia yang lemah ini membutuhkan pelayanan dari ALLAH yang Mahakuat.

Matius 20:28      sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan 
                          untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan 
                          bagi banyak orang."

Pekerjaan KEJURUSELAMATAN YESUS ini bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Sebab di antara manusia saja banyak orang yang rela berkorban untuk sesamanya, seperti para pahlawan dan pejuang 1945 atau seperti suster Theresia. Lebih-lebih DIA ALLAH yang Mahapengasih dan penyayang. 

Betapa sombongnya orang yang menolak YESUS, seolah-olah dirinya bisa menyelamatkan diri, sementara sang nabi[Muhammad] sendiri menyatakan dirinya tak bisa menyelamatkan siapapun termasuk dirinya sendiri?!

HSB 1261:
          “Dari Abu Hurairah ra, katanya: Rasulullah saw berdiri ketika TUHAN YANG MAHA
          MULIA dan MAHABESAR menurunkan ayat yang artinya: Dan berilah peringatan ke
          pada kaum famili engkau terdekat. Lalu Beliau bersabda: Hai Quraisy [atau perkataan
          yang serupa itu]. TEBUSLAH DIRIMU! SAYA tiada dapat menolongmu barang sedikit
          pun dari siksa TUHAN.  Hai Bani Abdi Manaf! SAYA tiada bisa menolongmu sedikit
          pun. Hai Abbas anak Abdul  Muthalib! SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun dari
          siksa TUHAN. Hai Safiah bibi Rasulullah! SAYA tiada bisa menolongmu sedikitpun da
          ri siksa TUHAN. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada  saya harta dan SA
          YA tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa TUHAN.”

Mari kita lanjut; YESUS telah menjadi manusia. Mengapa DIA harus mengalami mati oleh salib? YESUS harus mati supaya DIA bisa dibangkitkan oleh ALLAH. Sebab tanpa kematian tak mungkin ada kebangkitan, bukan?! Dan berita kebangkitan YESUS adalah pokok utama dari pemberitaan Injil, sebagai jawaban atas kebuntuan akal pikiran manusia; menjadi apakah manusia setelah mati?

Hingga saat ini para ilmuwan masih belum ada yang mengotak-atik soal kelanjutan manusia setelah kematian. Mereka buta dalam hal kehidupan fase ke-2. Yang bisa mereka otak-atik hanya sebatas bagaimana supaya kita panjang umur dan awet muda. Para profesor masih belum ada yang bisa membangkitkan pasiennya yang mati. Bahkan ketika ia melakukan pengobatan hingga pembedahan, selalu ia berkata: resiko terburuk dari pengobatan atau pembedahan itu pasti ada, yaitu: kegagalan atau kematian. Biarpun dia dokter kaliber internasional dan biarpun rumahsakit itu dilengkapi peralatan tercanggih, masih belum ada satupun yang berani menjamin kesembuhan 100% tanpa resiko.

Tapi YESUS menjawab:

Yohanes 11:25    Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya 
                          kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

Dan YESUS bukanlah profesor, melainkan ANAK ALLAH yang Mahakuasa. Jika terhadap profesor saja kita percaya, tidakkah seharusnya kita lebih percaya pada YESUS?!

Baca dan pelajari baik-baik:

SAKSI KEBANGKITAN

BISAKAH MEMBUKTIKAN KEBANGKITAN YESUS?

Tidak ada komentar: