Minggu, 25 Oktober 2015

TEMPATKAN MENURUT TEMPATNYA

JAWABAN SAYA:

Entah baik atau tidak baik ajarannya, tapi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu itu sama-sama agama resminya, yang dipimpin oleh menteri agama. Menteri agama itu mempunyai teman menteri perdagangan, menteri perindustrian, menteri BUMN, menteri tenaga kerja, menteri dalam negeri dan lain-lainnya, yang kesemuanya dipimpin oleh seorang mantan pengusaha mebel yang ahli memotong kayu; Jokowi. 

Karena itu sesama agama janganlah saling bermusuhan. Tapi saya, ajaran saya adalah Jalan TUHAN, dari Alkitab, dari TUHAN secara langsung yang saya tidak boleh membiarkan ajaran ini diintervensi manusia siapapun dia. Sebab tidak pantas jika TUHAN harus dimintakan ijin kepada manusia. Harusnya, presiden dan para menteri itu meminta ijin pada TUHAN untuk menyelenggarakan pemerintahannya; apa boleh apa enggak?!

Masalah keberatan saya ini harus saya nyatakan dengan tegas, supaya semuanya benar menurut tempatnya, supaya jangan sandal untuk kepala, topi untuk kaki. 

JANGAN MASUKKAN TUHAN KE DALAM AGAMA

Yang perlu kita ketahui, yang disebut agama di Indonesia ini adalah lembaga-lembaga "kebaikan" yang didaftarkan ke Departemen Agama, cq. menteri agama Republik Indonesia. Lembaga-lembaga yang dipersetujui oleh menteri agama itulah yang disebut: agama. Ada 6 yang disebut agama di Indonesia: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu. Masing-masing "tuhan"-nya adalah:

>> Islam: ALLAH.

>> Katolik: ALLAH.

>> Protestan: ALLAH.

>> Hindu: Wisnu.

>> Buddha: Buddha Gotama.

>> Khong Hu Chu: Khong Chu.

Kesemua agama itu memiliki kedudukan yang sama, sehingga menjadi sama tuhannya dan sama benarnya. Nah, setelah akal budi saya dibukakan untuk mengenal kebenaran, tentu saja saya keberatan sekali jika Jalan TUHAN saya didaftarkan ke menteri agama, Jalan TUHAN saya disebut agama, Jalan TUHAN saya disejajarkan dengan agama-agama yang lainnya, serta TUHAN saya disejajarkan dengan tuhan-tuhan yang lainnya.

Sama seperti keberatan saya jika bapak saya yang waras dimasukkan ke rumah sakit jiwa, atau orang benar dijebloskan ke penjara, atau orang baik disamakan dengan orang jahat. Atau, maukah jika anda disamakan dengan maling? Maukah mobil bagus anda dihargai sama dengan mobil jelek, rumah bagus disamakan dengan rumah jelek?!

Jelas, saya protes keras! TUHAN YESUS itu DAHSYAT! Masakan disamakan dengan nabi-nabi palsu?! Betapa menghinanya jika saya berkata TUHAN YESUS = Muhammad?!

Betapa menghinanya jika program kerja TUHAN saya harus dimintakan ijin dan persetujuan menteri agama? Haruskah perintah memberitakan Injil dimintakan ijin menteri agama? Haruskah TUHAN mendirikan jemaat atau gerejanya dimintakan ijin RT, RW, Lurah, Camat, 60 tanda tangan tetangga, dan harus dibatalkan jika ada Ormas Islam yang berkeberatan?

Oh, tidak! Apapun resikonya! Biarpun kepala ini harus dipenggal, saya takkan meminta ijin ke siapapun untuk menyelenggarakan kegiatan TUHAN saya. Sudah dituliskan tentang resiko menjadi umat TUHAN;

Matius 10:22     Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang 
                         yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Bahkan umat Kristen di zaman permulaan disebut sebagai sekte, artinya aliran sesat! Apa sebab? Sebab tidak mendapatkan ijin dari pemerintahan di zaman itu.

Kisah 24:14      Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah
                         nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang
                         mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada
                         tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.

Karena itu kalau saya ditanya: Apa agamamu? Saya jawab: Saya tidak masuk di agama. Saya masuknya di Firman TUHAN. Sebab tak semua agama mempunyai TUHAN dan FirmanNYA. Jadi, buat apa membahas agama? Saya maunya membahas yang tinggi, yang benar dan yang paling penting. Yang remeh-remeh, malas! xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Tuhan Memilih Saya Budha, hindu , dan konghucu ajarannya sama baiknya dengan kita , mereka semua tdk pernah mengajarkan kekerasan dlm nama Tuhan! Sangat berbeda dengan islam. Ya memang hanya islam saja yang berani tampil beda. Islam tdk dpt hidup scr berdampingan dgn agama apapun.

Tidak ada komentar: