Senin, 02 November 2015

ALKITAB BUKAN BERHALA

Bagi Kristen, Alkitab itu adalah setumpukan kertas yang isinya cetakan tulisan sebagaimana buku-buku yang lainnya. Kertas yang digunakan sama, cuma isinya yang berbeda. Alkitab berisi ajaran TUHAN. Ajaran TUHAN inilah yang perlu diresapi, dijiwai dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah bisa menjalankannya, buanglah Alkitab, tak masalah. Sebab tak ada aturan supaya orang mengkultuskan benda-benda mati. Isi Alkitab itulah yang penting, bukan kertasnya. Dan itu harus dipindahkan ke dalam hidup kita sehari-hari. Sebab tak ada gunanya sama sekali Alkitabnya mulus, jika perilakunya tak karu-karuan yang tak mencerminkan hidup Kristiani. Saya sendiri sudah selama 10 tahun ini tak pernah membawa-bawa Alkitab maupun Al Qur'an, sekalipun saya mengakunya orang Kristen dan penginjil. Modal saya hanya nyawa doank, sesuai dengan ayat ini:

Matius
10:10Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Jangan membawa "tongkat" artinya peralatan. Bagaimana saya ketika membutuhkan Alkitab? Puji TUHAN, ALLAH saya adalah YAHWEH JIREH, ALLAH yang menyediakan. Ketika orang menyerang pribadi saya, ALLAH menyediakan ayat-ayat untuk menangkisnya dan ketika saya membutuhkan Alkitab, YAHWEH juga telah menyediakannya;

Why. 14:6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

Injil di atas langit? Itulah webside Alkitab yang selalu saya pergunakan: "Sabdaweb." Kepada Sabdaweb, saya mengucapkan banyak terimakasih. Anda berjasa besar sekali bagi saya.

Jadi, saya nggak butuh kertas-kertas Alkitab. Bukan sesuatu yang penting itu. Sebab Kristen bukan agama dinamisme yang menyembah benda-benda mati, seperti batu di Mekkah atau lantai di mesjid yang disebut: "suci." Padahal "suci" itu harusnya untuk hati, bukan untuk benda. Untuk lantai harusnya adalah "bersih" bukan "suci." Tapi Muslim maunya begitu, ya terserah.

Sekarang tentang berwudhu sebelum membaca Al Qur'an. Apakah dengan berwudhu bisa merubah bunyi QS. 3:45 menjadi "Sesungguhnya Muhammad itu seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat?" Kalau tidak, ya percuma saja, tokh anda harus tetap harus ke ISA al MASIH, sebab DIA-lah yang disebut Siratal Mustaqim.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Komaruddin Rachmat alqur an itu kitab suci dan umat islam sangat menghormatinya, bila dibawa diruang publik dibungkus rapih, bila akan membacanya muslim mensucikan dulu dirinya dengan berwudhu, coba lihat kristen kitab sucinya di tenteng2 kaya bawa novel, habis keluar toilet aja langsung baca injil ga apa2..ayat2 alqur an mudah dihapal, kalo kristen mana ada yang hapal ayatnya, soalnya ayat2 yang tidak memiliki cahaya ilahi..boro2 mudah dihapal.sumpek .he..he

Komaruddin Rachmat karena itu alqur an sulit untuk dipalsukan karena terlalu banyak hafidz alqur an yang bisa menghapal alqur an secara keseluruhan yang terdiri dari 114 surah dan 6666 ayat, kalo injil direvisi terus menerus..terus menerus melenceng..he..he

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Jika saya menyamakan ISA sebagai YESUS, itu hanya waktu diskusi dengan Muslim saja, saya menyesuaikan dengan nalar dan daya khayal mereka saja, seperti ketika saya mendongeng Cinderella kepada anak saya.
Sebab Muslim tanpa tokoh nabi ISA yang dikhayalkan sebagai YESUS, bangkrut seketika. Isi Al Qur'an akan tinggal separuh. Surrah Ali Imran dan Maryam nggak mungkin ada.
Bener, nggak?! Hayo jawab, donk!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Anda jangan menganggap remeh persoalan jika ISA bukan YESUS. Sebab anda harus membuat sejarah baru tentang seorang yang bernama ISA. Hendak anda tempatkan di zaman mana? Zaman nabi Musa? Harus dibuktikan bahwa di zaman itu pernah lahir seorang bernama ISA.
Hua..ha..ha.... kecuali nasibnya akan sama dengan Cinderella atau Santa Klaus, yaitu tokoh-tokoh dari negeri dongeng.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Memberitakan Injil ke Muslim itu paling gampang. Kita nggak usah bawa apa-apa, tangan kosong saja. Nggak usah bawa Alkitab juga nggak usah bawa Al Qur'an. Masuk rumahnya, duduk, dimakan dulu kurma dan air zam-zamnya, lalu berkatalah: "Pak Komaruddin Rachmat, coba anda ambil kemari Al Qur'an anda." Begitu saja ngomong pembukaannya. Lalu ambil lagi kurma dan air zam-zamnya. Sebagian masukkan ke dalam tas, biar bisa untuk oleh-oleh, sebab pak Komaruddin itu pelit. Kita pulang nggak mungkin dikasih apa-apa. - Hua..ha..ha.......
Nah, ketika pak Komaruddin keluar membawa Al Qur'annya, tunjukkan saja QS. 3:45, berkatalah: “Coba, pak Komar bacalah yang keras-keras.” Setelah dituruti, katakan lagi: “Lebih keras lagi, pak Komar.” Masih ada langkah sekali lagi, katakan: “Lebih keras lagi, pak Komar.” Setelah itu berikan sebuah permen Vicks untuk mencegah pak Komar batuk.

Tidak ada komentar: