Senin, 09 November 2015

ALKITAB DIKONTROL TEMUAN ARKEOLOGIS

Alkitab yang asli memang tak jelas jeluntrungannya, jika yang disebut asli itu yang satu yang pertama-tama dituliskan. Tapi nabi Musa memerintahkan raja-raja Israel untuk membuat salinannya. Salinan walaupun tulisan tangan, namun itu sama konsepnya dengan photocopy.

Ulangan 17:18Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.

Keakuratan Alkitab dikontrol melalui temuan-temuan arkeologis. Dan temuan arkeologis yang terbesar dan sangat mengesankan adalah temuan laut Mati;

https://id.wikipedia.org/wiki/Naskah_Laut_Mati

Naskah Laut Mati terdiri dari lebih kurang 900 dokumen, termasuk teks-teks dari Kitab Suci Ibrani, yang ditemukan antara tahun 1947 dan 1956 dalam 11 gua di Wadi Qumran dan sekitarnya (dekat reruntuhan pemukiman kuno Khirbet Qumran, di sebelah barat daya pantai Laut Mati). Teks-teks ini mempunyai makna keagamaan dan sejarah yang penting, karena mereka praktis merupakan satu-satunya dokumen-dokumen Alkitab yang bertarikh antara tahun 150 SM dan 70 M.

Maknanya

Makna naskah-naskah ini masih diganggu oleh ketidakpastian mengenai waktu penulisan dan asal-usulnya.
Meskipun terdapat keterbatasan ini, naskah-naskah ini sudah cukup berharga bagi kritik teks. Sebelum ditemukannya Naskah Laut Mati, manuskrip Alkitab tertua dalam bahasa Ibrani adalah sejumlah Teks Masoret yang berasal dari abad ke-9. Manuskrip-manuskrip Alkitab yang ditemukan di antara naskah-naskah Laut Mati mendorong tanggal itu menjadi lebih tua, yaitu abad ke-2 SM. Sebagian dari naskah Alkitab yang ditemukan di Qumran mengandung sejumlah perbedaan dengan teks Masoret, tetapi kebanyakan teks naskah itu ternyata sangat mirip dan tidak terdapat perbedaan doktrin atau ajaran yang besar. Jadi, naskah-naskah itu memberikan varian-varian baru dan kemampuan untuk lebih percaya terhadap bacaan-bacaan itu apabila manuskrip-manuskrip Laut Mati itu sepakat dengan teks Masoret.
Lebih jauh, teks-teks sektarian dari Naskah Laut Mati, yang kebanyakan sebelumnya tidak diketahui, memberikan terang baru terhadap suatu bentuk Yudaisme yang dipraktikkan pada masa Bait Allah kedua.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Elfi Syafrianto Putra Yang di baca bukan terjemahannya,justru bersyukur di ketahui kesalahan terjemahannya jadi bisa di perbaiki,yang bingungnya jika kitab yang ada hanya terjemahan saja tanpa adalagi yang asli

Tidak ada komentar: