Minggu, 08 November 2015

ALKITAB MEMILIKI WEWENANG MENGOREKSI AL QUR'AN

Alkitab sebagai induk Al Qur'an memiliki wewenang untuk mengoreksi Al Qur'an, anaknya.

1. Tentang kepatutan;

Kepatutan itu standart yang dibuat oleh masing-masing pihak. Apa yang menurut saya patut bisa jadi menurut anda tidak patut, atau yang sebaliknya. Nah, antara kepatutan ALLAH dengan kepatutan manusia, yang lebih tinggi adalah kepatutan ALLAH. Karena itu kepatutan menurut pandangan manusia harus dibuang ke tong sampah.

2. Apakah patut ALLAH disebut malaikat ketika DIA menciptakan malaikat?

Sebutan itu bukanlah hal yang sebenarnya. Anda namanya: Koko, karena mencuri saya sebut: pencuri. Kalau saya sebut: "pencuri" apakah itu tentang nama anda? Musa disebut ALLAH, apakah Musa itu ALLAH? YESUS itu disebut ANAK ALLAH, apakah ALLAH beranak? YESUS disebut ANAK Daud, apakah Daud mempunyai anak yang bernama YESUS?

3. Alkitab menyatakan ALLAH tak pernah menciptakan yang tidak baik. ALLAH tak pernah menciptakan setan. Setan pada mulanya adalah malaikat kudus. Karena memberontak maka disebut setan;

Yehezkiel
28:12"Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.
28:13Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
28:14Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
28:15Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

28:17Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.

Wahyu
12:7Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

4. Nama ALLAH yang benar adalah YAHWEH, bukan ALLAH SWT. ALLAH yang anda sembah berbeda dengan ALLAH yang saya sembah. Hal itu diakui sendiri oleh Al Qur'an;

Mari kita lihat kebohongan ALLAH Muhammad. Semula dia menyatakan sebagai ALLAH Yahudi, ALLAH Kristen dan ALLAH Islam, atau Islam itu merupakan kelanjutan dari Yahudi dan Kristen;

QS. 29:46    “TUHAN kami dan TUHANmu adalah SATU.”

Tapi kemudian diingkarinya;

QS. 2:62      “Sesungguhnya orang-orang MUKMIN, orang-orang Yahudi, orang-orang 
                     Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-

                      benar beriman kepada ALLAH, hari kemudian dan beramal saleh, mereka 
                     akan menerima pahala dari TUHAN mereka, tidak ada kekhawatiran 
                      terhadap mereka, tidak [pula] mereka bersedih hati.”
Di ayat tersebut dikatakan ada "TUHAN mereka." Jelas bahwa TUHAN Islam itu berbeda dengan TUHAN Kristen, sedangkan Islam bukanlah agama kelanjutan Kristen. Nah, dengan demikian saya menggugat cerai dari Islam!
 
Karena itu jika ALLAH SWT disebut sebagai raja setan ada kemungkinan itu benar. 
 
5. Benarkah ALLAH SWT itu Sang Khalik Pencipta alam semesta? 
 
Dari berbagai pembahasan saya dibuktikan bahwa ALLAH SWT itu tak pernah ada! Muhammad hanya dilayani oleh Jibril, sementara Jibril hanya disaksikan oleh Muhammad dengan Khadijah, istrinya saja. Tak ada orang Arab lain yang menyaksikan keberadaan Jibril. 
 
Di Alkitab diceritakan tentang malaikat Gabriel. Tapi banyak orang yang pernah melihatnya; Daniel, Maria, dan Zakharia. Sementara malaikat lainnya, lebih banyak lagi saksinya.
 
6. Kenapa ALLAH SWT murka pada orang Kristen? Sebab ALLAH SWT itu memang anti KRISTUS;
 
1Yoh. 2:22Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
 
Status yang jelas antara BAPA dengan ANAK mana bisa disebut menyekutukan? Kalaupun ada orang Kristen yang melakukan kesalahan, tegurlah orang itu secara pribadi, jangan ajaran Kristen digantikan dengan ajaran Islam yang menurut bung Sugiyono lebih merosot?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Koko Robet Allah SWT adalah Maha Pencipta. Dia menciptakan malaikat, manusia, dan jin. Namun apakah patut Allah SWT disebut malaikat ketika dia menciptakan malaikat? Apakah patut Allah SWT disebut raja manusia ketika dia menciptakan manusia? Tentu tidak bukan? Maka tidak patutlah Allah SWT disebut sebagai raja setan ketika Dia menciptakan setan. Sebab Allah SWT bukanlah makluk ciptaan-Nya. Allah SWT adalah sang khalik sehingga tidak layak disamakan dengan hamba, walaupun dianugerahi gelar raja.

Kalau kita menyimak Quran Surat Maryam di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa surat tersebut berlatar belakang kemurkaan Allah SWT terhadap lahirnya ajaran kristen yang mengatakan bahwa Allah SWT memiliki anak. Jelas kentara betapa murkanya Allah SWT ketika disekutukan dengan makluk ciptaan-Nya.

Setan-setan diciptakan untuk menguji kualitas keimanan manusia kepada Allah SWT. Setan-setan diciptakan untuk menjadikan manusia yang tahan dengan godaannya, menjadi manusia yang berkualitas di sisi Allah. Tidak akan bisa kita membedakan intan dengan batu biasa, kalau intan itu tidak diasah. Tidak akan bisa kita melihat kualitas seorang yang beriman, kalau imannya belum diuji. Setanlah yang dijadikan Allah sebagai makluk penguji keimanan seorang anak manusia. Manusia diberi bekal akal fikiran untuk bisa membedakan yang baik dengan yang buruk.

Tidak ada komentar: