Sabtu, 14 November 2015

ANTARA KITAB SUCI DENGAN LEMBAGANYA

Kalau di pemerintahan, UUD 1945 itu adalah kitab sucinya, sedangkan pemerintah adalah lembaga yang menghidupkan UUD 1945 tersebut. UUD 1945 sifatnya sebagai pedoman dan bersifat tetap, tapi pemerintah berganti-ganti pimpinan berganti-ganti pula kebijaksanaannya. Sama juga seperti mobil dengan sopirnya. Mobil tetap, sopir bisa berganti-ganti. Demikian juga dengan agama. Agama adalah lembaga yang menghidupkan ajaran kitab sucinya. Karena itu kita harus membedakan antara agama Kristen dengan Alkitab, agama Islam dari Al Qur'an, agama Hindu dari Weda, agama Buddha dari Tripitaka, Khong Hu Chu dari Wujing, dan seterusnya.

Harusnya antara kitab suci dengan lembaga itu jalannya selaras. Tapi karena manusia bisa dirasuki setan, maka lembaga agama bisa disimpangkan atau disesatkan terhadap kitab sucinya.

Kitab suci harus diberi otoritas untuk mengontrol lembaga agama. Jika jalan lembaga agama itu tidak sesuai dengan kitab suci, itu harus diluruskan. Jangan biarkan lembaga agama mengkorupsi kitab suci.

Orang yang menganggap lembaga agama tidak bisa atau tidak mungkin salah itu adalah orang yang bodoh yang kurang wawasan. Sebab tidak mungkin hitam itu sama dengan putih atau antara A dengan B.

Demikian halnya dengan Al Qur'an yang secara jelas menyediakan tempat bagi YESUS sebagai JURUSELAMAT, sebagai yang Terkemuka, sebagai hakim di hari kiamat, dan sebagai TUHAN yang selain ALLAH, bagaimana kaum Muslim mengagung-agungkan Muhammad? Karena itu cobalah dikontrol lagi, cobalah diperiksa kembali isi Al Qur'an anda itu apa?

Ijinkan saya mengatakan: Al Qur'an itu Kristen, Islam itu murtad. Dan perkataan saya tersebut tak terbantahkan selama 11 tahun saya bekerja sebagai penginjil. Sebagai perlawanannya mereka kemudian menyerang Alkitab. Mereka tak pernah bisa melawan perkataan saya.

Tidak ada komentar: