Minggu, 22 November 2015

BAGAIMANA ALLAH MENUNGGANGBALIKKAN ISLAM - 1

1. ALLAH mengharamkan Islam dengan apa yang mereka haramkan:

QS. 2:173   Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah [108]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

>> Kaum Muslim mendirikan lembaga sertifikasi "Halal" untuk menangkal
      hal-hal yang diharamkan.

>> Kaum Muslim menyebut orang Kristen sebagai: "Babi", "kafir."

>> Kaum Muslim bergolak jika ada pabrik makanan yang diduga mengandung babi.

Hukum Taurat dengan jelas melarang orang Israel memakan babi. Namun Perjanjian Baru sudah mencabut larangan itu:

Perkataan YESUS:

Mrk. 7:19karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Perkataan ALLAH:

Kis. 10:15Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya:"Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."

Perkataan rasul Paulus:

1Kor. 6:12Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

1Kor. 8:8"Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Rm. 14:17Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Jadi, orang Kristen memang dihalalkan makan babi. Tapi orang Islam yang begitu keras anti babinya dihantam dengan babi. Justru di ibadah haji yang merupakan peribadatan yang paling mereka bangga-banggakan dan justru oleh kerajaan Arab Saudi sendiri selaku pusatnya Islam, para jemaah haji diwajibkan disuntik vaksin meningitis yang mengandung enzim babi.

Mereka juga dihadang melalui obat-obatan yang sebagian besarnya mengandung babi pula. Jika mereka sakit dan membeli obat, maka kenalah mereka dengan apa yang mereka haramkan. Rumahsakit-rumahsakit Islam jelas merupakan gudangnya obat-obatan, bukan?!

http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/kebidanan/pandangan-islam-tentang-imunisasi/

1. Jenis-Jenis Vaksin
Di antara jenis vaksin adalah:  hepatitis (untuk mengusahakan kekebalan hati terhindar dari penyakit), polio (untuk mengusahakan atropi otot sehingga kebal dari penyakit dan jika kebal manfaatnya antara lain bentuk kaki lurus atau normal tidak seperti huruf O atau huruf X, dan kelumpuhan), rubella (supaya kebal dari serangan campak), BCG [Bacillus Calmitte Guerine] untuk mencegah serangan TBC [Tuber Culocis], DPT [Dipteri Portucis Tetanus] mencegah timbulnya penyakit gomen atau sariawan dan batuk rejan serta tetanus, MMR [Measless Mumps   Rubella]. Di Indonesia, praktik vaksinasi-imunisasi terhadap balita [bayi di bawah umur lima tahun] antara lain: hepatitis B, BCG, polio, MMR, IPV, dan DPT. Vaksinasi-imunisasi bahkan telah deprogramkan secara  internasional oleh WHO [World Health Organization].
  1. Bahan-Bahan Vaksin
Disebutkan bahwa materi yang digunakan sebagai bahan vaksin ada dua macam, (1) bahan alami,  antara lain: enzim yang berasal dari babi, seline janin bayi, organ bagian tubuh seperti: paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi janin. Vaksin polio terbuat dari babi; atau campuran dari ginjal kera, sel kanker manusia, dan cairan tubuh hewan tertentu antara lain serum dari sapi atau nanah dari cacar sapi, bayi kuda atau darah kuda dan babi, dan ekstrak mentah lambung babi, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, dan jaringan otak kelinci. (2) Bahan yang berasal dari unsur kimia antara lain: merkuri, formaldehid, aluminium, fosfat, sodium, neomioin, fenol, dan aseton.
Sejak bayi anak-anak Islam sudah mengandung babi. Ketika dewasa anak-anak itu menyemburkan kata-kata: "Babi kau" terhadap orang-orang Kristen yang belum tentu memakan babi.


QS. 37:47    Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.

http://rumaysho.com/922-polemik-alkohol-dalam-obat-obatan.html

Alkohol dalam Obat Batuk
Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma dan alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi. Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.
Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods’, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

Tidak ada komentar: