Kamis, 05 November 2015

DI MANA KASIH KARUNIA SEMAKIN BESAR?

Jika ada orang dihukum ALLAH dengan bencana, penyakit, kemalangan dan kesukaran, itu bukanlah berarti dosa orang itu besar. Tapi dia dijadikan peringatan bagi orang-orang yang dosanya bertumpuk-tumpuk, yang berwarna merah seperti kain kirmizi. Sebab di mana dosa bertambah banyak di sana kasih karunia bertambah melimpah;

Rm. 5:20Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Pemberitaan saya mungkin telah menimbulkan gejolak bagi banyak orang, yang karena tak sanggup membantah dipecahkan dengan jalan uring-uringan. Mereka adalah orang-orang sial yang terperangkap di kandang singa oleh karena faktor kelahiran. Tanpa kehendak, begitu lahir sudah dijadikan orang Islam. Dan ketika dibuktikan kesalahan Islam mereka kebingungan, tak tahu lagi apa yang harus mereka perbuat. Akhirnya, ngamuk-ngamuklah mereka. ALLAH kasihan sekali dengan anda, kecuali anda berpura-pura tidak mengerti. ALLAH benci dengan kebebalan, dengan orang-orang yang pura-pura tak mengerti yang sesungguhnya dia mengerti. Tapi terhadap orang-orang yang kebingungan, seperti anak ayam yang kehilangan induknya, ALLAH berbelas kasihan. ALLAH tak marah dengan kegusaran anda, sekalipun itu terhadap ALLAH, sebab itu anda lakukan di luar kesadaran;

Luk. 23:34Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Seperti apakah "di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah?" Seperti seorang anak yang dalam keadaan sehat, bapak-ibunya menjadi kurang perhatian. Sang bapak sibuk di luar kota berbulan-bulan tak pulang-pulang, sekalipun dia "bukan bang Toyib." Sementara sang ibu sibuk dengan kecantikan dan kebugarannya, sibuk ke salon dan ke fitness. Si anak yang baik-baik saja itu kurang mendapatkan perhatian. Dan manakala si anak itu sakit demam, si bapak yang di luar kota itu hanya berkata kepada istrinya dengan santai: "Beri saja dia obat atau bawalah ke dokter. Jangan boleh makan babi dulu. Aku masih sibuk, masih banyak proyek, masih banyak urusan, belum bisa pulang."

Tapi coba seandainya dikabarkan bahwa si anak itu sakit keras, jantungnya tinggal separuh karena dimakan tikus. Apa reaksi si bapak? Bapak itu pasti akan segera pulang. Segala urusan akan ditinggalkannya. Segala keuntungan besar akan diabaikannya. Dan bukan hanya sebatas itu saja yang akan diperbuat oleh bapak itu, melainkan dia jual mobil kesayangannya, dia jual rumah satu-satunya. Bapak itu siap miskin demi anaknya yang sakit keras itu. Begitu pula dengan si ibu, jika biasanya selalu tampil cantik, ketika anaknya sakit keras, dia tak segan-segan untuk tampil seadanya tanpa make up bahkan tanpa mandi demi menjagai anak kesayangannya itu.

Tidak ada komentar: