Rabu, 18 November 2015

DI SEBUAH STASIUN KERETA API


Terlihat Umar menenteng tas ransel di punggungnya sedang menuju loket kereta api di stasiun Gambir. Bertanyalah Umar kepada petugas loket itu: "Pak, ada tiket jurusan Solo?" Dijawab: "Ada." Bertanyalah lagi Umar: "Berangkat jam berapa, pak?" Dijawab: "Ya sekarang ini jamnya berangkat." Bertanya lagi Umar: "Kereta apa, pak?" Dijawab: "Kereta Jibril." Bertanya lagi Umar: "Apa ada AC-nya, pak?" Dijawab: "Ada." Bertanya lagi Umar: "Ada toiletnya, pak?" Dijawab: "Ada." Lalu berkatalah Umar: "Baik, pak, saya beli satu tiket." Dijawab: "Waah, kereta sudah berangkat, pak. Anda terlalu banyak bertanya, ya ditinggal oleh keretanya."
Matius 24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Muslim terlalu ribet dengan urusan siapa YESUS, kenapa disalib dan kenapa disembah, ya ditinggalkan kereta api.
Siapa YESUS? Orang!
Kenapa disalib? Tugas!
Kenapa disembah? Sebab memberi saya uang 10 juta!
Jadilah pintar supaya sebuah jawaban bisa menjadi seribu jawaban. Tapi orang bodoh sebuah pertanyaan ditanyakan seribu kali.

Tidak ada komentar: