Senin, 02 November 2015

JESHUA - YESUS DAN ISA

Tentang nama YESUS, saya sudah mempunyai 2 keranjang untuk menempatkan baik YESUS KRISTUS maupun ISA al MASIH. Sebab berdasarkan hukumnya, nama orang itu tidak bisa dirubah-rubah, tidak bisa diterjemahkan ke bahasa lain. Pakai saja pedoman nama Muhammad. Bukankah di seluruh dunia orang menyebutnya: Muhammad? Betapa gegabahnya jika YESUS diberi nama menurut negara masing-masing.

Nama YESUS yang asli adalah: JESHUA ha MASHIA, sedangkan YESUS KRISTUS itu dari bahasa Yunani, ISA al MASIH dari bahasa Arab. Karena itu bagi saya: JESHUA ha MASHIA, bagi Katolik dengan anak-anaknya gereja Minggu: YESUS KRISTUS, sedangkan bagi Muslim: ISA al MASIH.

>> JESHUA ha MASHIA dari bangsa Yahudi, YESUS dari bangsa Romawi, ISA dari Arab.

>> JESHUA ha MASHIA dari Yerusalem, YESUS dari Vatikan, ISA dari Mekkah.

>> JESHUA ha MASHIA berhari Sabtu, YESUS berhari Minggu, ISA berhari Jum'at.

>> JESHUA ha MASHIA mendirikan Jalan TUHAN, YESUS mendirikan Katolik, ISA
      mendirikan Islam.

Pedoman saya ini; Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Karena JESHUA orang Yahudi, maka DIA harus bernama Yahudi, berkota di Yerusalem, berhari Sabat dan ajarannya disebut Jalan TUHAN. Yang lain-lainnya, enyahlah! Palsu semuanya. Jadi, saya harus tegas bukan saja menolak nama ISA, tapi juga menolak nama YESUS, kecuali dalam forum diskusi, sebab jika di kandang singa saya harus mengaum, di kandang domba saya harus mengembik.

Tidak ada komentar: