Kamis, 19 November 2015

KASIH KARUNIA


Ketika ALLAH berbicara kepada Musa, apakah Harun, abangnya, mendengar? Jelas, tidak! Hanya Musa saja yang mendengar perkataan ALLAH. Ketika ALLAH berbicara kepada bangsa Israel, apakah bangsa-bangsa lain mendengar? Jelas, tidak! Sebab Firman itu hanya ditujukan untuk bangsa Israel saja.

Ketika TUHAN YESUS berada di kota Nazaret, apakah TUHAN YESUS juga ada di kota Yerusalem? Jelas, tidak! Sebab TUHAN YESUS hanya satu, sehingga DIA tidak mungkin berada di berbagai tempat secara bersamaan. Ketika TUHAN YESUS berbicara kepada orang banyak yang mengikutiNYA, apakah orang-orang yang tidak mengikutiNYA mendengar? Jelas, tidak!

Demikian halnya dengan saya yang berbicara kepada anda melalui media ini. Tulisan-tulisan saya hanyalah untuk anda-anda yang membacanya saja. Yang membaca yang tahu, yang tidak membaca takkan tahu. Padahal ada banyak orang yang beraktifitas di dunia internet ini, namun tidak semua orang berkesempatan untuk membaca tulisan saya.

Ketika saya menjadi salesman sebuah produk tentu saja saya ingin bisa menawarkan barang saya ke semua orang, supaya semakin banyak orang yang membelinya. Namun ketika saya di suatu perkampungan tidak mungkin bagi saya untuk memasuki rumah ke rumah secara merata. Tidak semua rumah saya masuki, melainkan saya memilih-milih rumah yang bagus yang saya perkirakan pemiliknya orang kaya. Sebab orang miskin tidak mungkin mampu membeli barang saya. Karena itu rumah-rumah miskin tidak saya masuki. Sedangkan rumah-rumah bagus itupun masih saya seleksi dengan feeling atau naluri dagang saya. Jadi, tidak semua rumah bagus saya masuki. Ada kriteria-kriteria tertentu untuk memutuskan saya masuk atau tidak ke rumah itu. Sebab saya harus berusaha meminimalisasikan terjadinya kesia-siaan jika memasuki rumah secara membabi-buta.

Namun pertanyaannya, apakah bidikan saya jitu? Apakah setiap rumah yang saya masuki membelinya? Ternyata, tidak! Dari sepuluh rumah kayaknya hanya satu saja yang membeli. Banyak melesetnya, bukan?!

Bidikan TUHAN-pun ternyata juga banyak melesetnya. Malaikat-malaikat yang dipercayaiNYA, sepertiganya memberontak, jatuh menjadi setan yang dipimpin oleh Lusifer. Adam dan Hawa ternyata mengecewakan sekali. Kain? Menjadi pembunuh adiknya sendiri. Bangsa Israel? Murtad semuanya. Keduabelas murid TUHAN YESUS? Yudas Iskariot mengkhianatiNYA.

Tapi itulah kasih karunia namanya, yaitu kepada siapa yang diberikan kesempatan untuk mengecap kebajikan ALLAH. Anda yang membaca tulisan ini, andalah menerima kasih karunia TUHAN. Sebab orang-orang yang lainnya tak berkesempatan membacanya. TUHAN berkenan mengundang anda. Anda mau datang atau menolak, itu pilihan anda sepenuhnya. TUHAN tidak memaksa. Namun yang jelas anda sudah diistimewakan oleh TUHAN. TUHAN sudah berbuat baik buat anda. Sebab jika kasih karunia itu diberikan ke semua orang, maka itu bukan lagi kasih karunia namanya. Ada yang diberi dan ada yang tidak diberi, itulah kasih karunia.

Ada banyak gadis. Tapi jika saya memilih anda, itulah bukti cinta saya. Bahwa saya tidak memberikan cinta saya kepada yang lainnya. Anda spesial bagi saya.

Mau menerima?

Tidak ada komentar: