Senin, 30 November 2015

MENGAPA PENGANIAYAAN SEPERTINYA TERTIDUR?

Membaca postingan saya: "Mengapa penganiayaan sepertinya tertidur", pak Komar bertanya: "Orang Kristen koq menyukai dianiaya? Aneh!"

Begini, pak Komar, kalau kita beli mercon, kita nyalakan tidak meledak, itu tanda ada yang nggak beres dengan mercon tersebut, bukan?! Sama juga membeli motor tapi mesinnya nggak mau jalan, juga aneh, 'kan?! Sama juga jika kita lewat di sarang perampok tapi tidak dirampok, aneh juga 'kan?!

Begitu pula kalau ada orang Kristen dengan orang Islam bisa bersenda gurau, bisa akrab, bisa mesra, bisa bersahabat, itu tanda orang Kristen itu tidak memberitakan Injil, tidak membahas keagamaan. Tapi kalau saya dengan pak Komar seperti kemarin saling olok-olok, itu tandanya saya bekerja. Kalau mesra-mesraan seperti sekarang ini tandanya saya sedang istirahat. Tapi setelah beristirahat di ronde pertama, saya akan lanjutkan tanding di ronde ke dua. Sebab kalau nggak begitu gaji saya dipotong sama TUHAN YESUS, pak.

Siap? - Hua..ha..ha.......

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“MENGAPA penganiayaan itu nampaknya seperti tertidur ? SEBAB SATU-SATUNYA 
ialah bahwa jemaat TELAH MENYESUAIKAN DIRI dengan standart duniawi, oleh 
sebab itu tidak menimbulkan perlawanan. AGAMA pada zaman ini bukanlah agama 
yang bertabiat suci dan kudus sebagaimana yang menandai iman Kristen pada zaman 
KRISTUS dan rasul-rasulNYA. Hanyalah oleh karena ROH BERKOMPROMI dengan 
dosa, oleh karena kebenaran agung FIRMAN TUHAN TIDAK BEGITU
DIHORMATI, oleh karena SEDIKITNYA kesalehan yang vital di dalam jemaat, YANG
MEMBUAT Kekristenan sangat terbiasa dengan dunia ini. BIARLAH ADA
KEBANGUNAN IMAN dan KUASA jemaat yang mula-mula itu, MAKA roh
penganiayaanpun akan dibangunkan dan api penganiayaan itupun akan
DISULUT kembali.” – Hal. 50

Tidak ada komentar: