Minggu, 22 November 2015

PENDAPATAN MANUSIA DENGAN PEMBERIAN ALLAH

Pkh. 6:2orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Dari miskin kepingin kaya. Setelah kaya nggak boleh makan yang enak-enak. Pingin mendirikan rumah, setelah rumah jadi mati, rumah dinikmati oleh anak-anaknya. Menciptakan pesawat terbang, tak menikmati pesawat terbang. Menciptakan telepon tak menikmati telepon. Mereka seperti pipa yang menyalurkan air ke bak mandi. Menciptakan sesuatu tapi bukan untuk dinikmatinya sendiri.

Tapi pemberian TUHAN itu memberi manfaat yang pertama-tama untuk diri kita sendiri. Selebihnya baru untuk orang lain. Seperti saya memberitakan Injil ini adalah dari kelebihan saya, bukan dari kekurangan saya. Saya diselamatkan, baru itulah yang saya beritakan kepada anda. Saya menikmati kasih TUHAN lebih dulu, setelah itu baru saya beritahukan ke anda. Saya makan soto di warungnya bu Sri, merasa enak, saya kabarkan ke anda.

Karena saya memiliki kelimpahan itulah yang membuat saya kuat, semangat memberitakan Injil yang menggebu-gebu. Biarpun nggak mendapatkan bayaran, namun semangat saya melebihi yang mendapatkan bayaran besar. Biarpun dihina, diejek, dicaci maki, tapi semangat tak pernah surut. Semakin ditekan saya semakin kuat. Apa sebab? Sebab saya kelimpahan!

Tidak ada komentar: