Minggu, 01 November 2015

PERKATAAN DARI TRINITASITARIAN

Para penganut paham Trinitasitarian tanpa malu-malu membuat kalimat seperti ini:

 Hal Kekristenan tentu saja berhubungan dengan sejarah Kristus. Rencana Allah dinyatakan dalam hal yang Kristus telah perbuat bagi kita. Hal ini dikenal sebagai penebusan dosa, apa yang telah diperbuat Yesus bagi kita merupakan satu-satunya solusi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.

 Dan supaya lebih mantap saya fokuskan: "apa yang telah diperbuat Yesus bagi kita merupakan satu-satunya solusi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah."

 Mari kita bersulang dan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk kemenangan kebenaran dalam rangka hari reformasi gereja.

 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 Inna Lillahi wa inna ilaihi roji'un, telah berpulang ke rahmat ALLAH: bapak Tritunggal Trinitas, dalam usia 1.690 tahun. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Kristen konsili Nicea, diberangkatkan dari rumah duka pada pukul 16.00. Semoga amal beliau diterima di sisi ALLAH SWT.

 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

 Keterangan pihak rumahsakit: bapak Tritunggal Trinitas tidak bisa diselamatkan lagi karena jantungnya bocor. Karena itu pihak sanak keluarga diharapkan maklum.

 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Dear pihak keluarga besar bapak Trinitas Tritunggal, lain kali kalau membuat khotbah berhati-hatilah supaya tidak menggunakan ayat-ayat yang menghubungkan YESUS dengan ALLAH. Alkitab kita itu tebal sekali, 1.500 halaman. Di sana ada banyak ayat-ayat tentang kasih, tentang doa, tentang menyanyi, yang tidak menyinggung-nyinggung soal hubungan YESUS dengan BAPANYA. Anda akan aman jika mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Tapi kalau anda mencoba-coba memakai ayat-ayat "dangerous" seperti tadi, ya malanglah nasib anda. Sama seperti Muslim, selama mereka hanya mengaji-mengaji saja, tak tahulah mereka kalau ISA itu seorang terkemuka di dunia dan di akherat. Tapi manakala mereka membaca terjemahannya, barulah mereka terkejut setengah mati, ternyata Muhammad bukanlah apa-apa. 

Ya, sudahlah, nggak usah menangis terus-terusan, hapuslah airmatamu, berdoa lagi, menyanyi lagi, lanjutkan aktifitasmu menghias pohon natal. Bukankah bulan depan kita merayakan Natal, hari kelahiran dewa Matahari kita?

Tidak ada komentar: