Jumat, 13 November 2015

PERMULAAN SEGALA ZAMAN

Inilah permulaan segala zaman, yakni ketika ALLAH menciptakan langit, bumi dan segala isinya:

Di hari pertama yang oleh orang Arab disebut: Ahad atau Wahid, dan orang Indonesia menamainya sebagai hari Minggu, ALLAH menciptakan: terang.

Esok harinya, hari Itsnain atau yang kita kenal sebagai Senin, ALLAH menciptakan cakrawala, yaitu horizon atau kaki langit, sebuah garis pembatas antara langit dengan bumi.

Esok harinya, hari Tsalatsah atau selasa, ALLAH menciptakan daratan, lautan dan tunas tumbuh-tumbuhan. Jadi, permulaan sebuah pohon adalah tunas, bukan biji juga bukan langsung pohon.

Esok harinya, hari ke-4, hari Arba’ah atau Rabu, ALLAH menciptakan planet-planet termasuk matahari, bulan dan bintang-bintang. Disaat itulah terang yang diciptakan di hari pertama itu ditempelkan ke matahari, sehingga matahari memiliki terang untuk menerangi bumi.

Hari ke-5, hari Khamsah atau Kamis, ALLAH menciptakan binatang-binatang darat, laut dan udara. 

Setelah semua fasilitas untuk hidup manusia tersedia lengkap dan sempurna, maka di hari ke-6, dalam bahasa Arab adalah Sittah, bukan Al Jumu'ah yang kita kenal sebagai hari Jum'at - penamaan hari Jum'at tidak bisa dibenarkan. Islam harus mengembalikan nama-nama hari ke sebagaimana mestinya. Jangan ada penyesatan! Di hari ke-6 inilah ALLAH membentuk manusia pertama dari bahan tanah. 

Sebelum ada Hawa, nama Adam adalah Manusia. Tapi setelah Hawa dibentuk dari tulang rusuk Manusia itu, barulah Manusia itu diberi nama: Adam.

Dari adanya semua ciptaan inilah ALLAH resmi sebagai ALLAH PENCIPTA SEMESTA ALAM. ALLAH inilah yang berturut-turut menjumpai Adam dan Hawa, Kain dan Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub hingga nabi Musa yang mengajarkan ajaran Taurat. 
ALLAH itulah yang melahirkan bangsa Yahudi dan menamakan DiriNYA; YAHWEH, yang artinya ALLAH 12 suku Israel. Jika kurang dari 12 suku tidak boleh disebut: YAHWEH. Itulah sebabnya bangsa Yahudi yang tersisa 2 suku menyebutNYA; ADONAI sebagai pengganti: YAHWEH.

Karena YAHWEH artinya ALLAH 12 suku Israel, maka YAHWEH tidak mungkin menjadi ALLAH bagi bangsa lain selain bangsa Yahudi. Jika ada ALLAH di bangsa Arab itu bukanlah YAHWEH, melainkan suatu ALLAH yang lain. Islam menyebut ALLAH-nya sebagai Dzat.

Penciptaan manusia merupakan akhir dari pekerjaan ALLAH menciptakan alam semesta ini, Dan karena belum ada bangsa Yahudi, ALLAH memeteraikan KEALLAHANNYA pada hari yang ke-7 sebagai hari perhentian ALLAH.

Kejadian 
2:1Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Penciptaan alam semesta dimeteraikan ALLAH ke hari yang ke-7 yang disebut: SABTU, baik oleh orang Arab maupun oleh orang Indonesia. Jadi, ALLAH semesta alam adalah ALLAH yang memiliki hari perhentian pada hari yang ke-7.

Kel. 31:13"Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

YAHWEH mengumumkan kepada orang Israel bahwa DIA adalah TUHAN atas hari sabat;

Mat. 12:8Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Ibrani
4:9Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Kita melihat di sini tidak ada pertentangan ayat, juga tidak ada pertentangan antara BAPA dengan ANAK. Baik BAPA maupun ANAK adalah TUHAN atas hari sabat.

Demikianlah FIRMAN ALLAH, demikianlah perkataan Alkitab yang kita tinggikan. Baiknya Israel menyahut: "Amien!"

Tidak ada komentar: