Senin, 16 November 2015

PERTENTANGAN AYAT ALKITAB

1. 2 RAJA-RAJA 24:8 VS 2 TAWARIKH 36:9.
Dalam 2 Raja-raja, lamanya raja Jojachin berkuasa TERTULIS: “3 bulan“, TETAPI dalam 2 Tawarikh: “3 bulan 10 hari“.

JAWABAN SAYA:

Penulis kitab Raja-raja adalah dari kalangan kerajaan sedangkan penulis kitab Tawarikh dari kalangan nabi-nabi[Ezra dan Nehemia]. Karena perselisihannya hanya 10 hari, saya menjawabnya tidak memakai Alkitab, bahwa yang menulis 3 bulan berdasarkan pembulatannya sedangkan yang menulis 3 bulan 10 hari berdasarkan faktanya.


2. Dalam 2 Samuel, yang dibinasakan Daud TERTULIS: “700 ekor kuda kereta“, “40.000 orang BERKUDA“, dan “panglima perang SOBACH“, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “7.000 ekor kuda kereta“, “40.000 orang BERJALAN KAKI“, dan “panglima perang SOFACH“.


JAWABAN SAYA:

2Sa. 10:18tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkudaSobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.

1Taw. 19:18tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu, dibunuhnya.

JAWABAN SAYA:

700 ekor kuda kereta >< 7.000 ekor kuda kereta
42.000 pasukan berkuda >< 40.000 pasukan berjalan kaki
Sobakh >< Sofakh

Penulis kitab Samuel adalah Samuel, Natan dan Gad.

Memang benar adanya perbedaan yang mencolok yang mengindikasikan adanya kesalahan salah satu pihaknya, entah yang Samuel atau yang Tawarikh. Tapi perbedaan itu tidak sampai melanggar konsep: "Kitab suci tidak boleh salah." Justru kesalahan itu memberitahukan kebenaran bahwa Alkitab itu asli, dituliskan sebagaimana adanya, tidak ada upaya untuk menutup-nutupi kesalahan yang terjadi. Ini merupakan jawaban terhadap tudingan Muslim yang mengatakan Alkitab tidak asli dan dirubah-rubah. Buktinya tidak, 'kan?!

Itu juga memberitahukan bahwa masing-masing penulis tidak saling mencontek sebagaimana yang Muslim tuduhkan terhadap Injil Markus yang mencontek Injil Matius oleh sebab kata-kata yang sama persis.

Itu juga memberitahukan bahwa peranan ROH KUDUS bukanlah mendekte manusia, memperlakukannya sebagai robot yang diprogram, seperti Jibril terhadap Muhammad yang dipaksa disuruh menirukan ucapannya. Dan Muslim begitu bangganya jika ayat-ayat bisa dihafalkan seperti burung beo menghafalkan kata-kata yang kita ajarkan. Sebab hanya kaset rekaman dan burung beo saja yang tidak bisa membuat kesalahan. Tetapi manusia bisa salah dan tak perlu kuatir dengan kesalahannya karena ada TUHAN yang membenarkannya.

Konsep kesempurnaan manusia Kristen bukanlah sesuatu yang tanpa cacat, tapi bagaimana kecacatan itu tertutupi. Dosa diampuni, sakit diobati, kotor dibersihkan, itulah model kesempurnaan di dunia.

Adapun fungsi ROH KUDUS adalah membuka pikiran orang dan memberikan ilham atau inspirasi saja, bukan merasuki atau menguasai, sekalipun ada saatnya ROH KUDUS menggunakan kuasaNYA untuk merasuki orang sehingga orang berbicara diluar kehendaknya.

1Sa. 19:21Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itupun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang inipun juga kepenuhan.

1Taw. 28:19Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

kisah
2:4Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Semua murid YESUS diurapi ROH KUDUS tapi nyatanya Yudas Iskariot bisa menjadi pengkhianat. Itu artinya ROH KUDUS tidak merampas kebebasan pikiran orang. Semua orang hidup secara wajar sekalipun ROH KUDUS ada di dalam dirinya.

Pertentangan yang terjadi dalam Alkitab dilakukan oleh penulis yang berbeda. Tapi pertentangan dalam Al Qur'an dilakukan oleh penulis yang sama, yakni Muhammad.


3. 2 SAMUEL 8:9-10 VS 1 TAWARIKH 18:9-10.
Dalam 2 Samuel, nama raja Hamat dan anaknya TERTULIS: “Toi dan Yoram”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “Tohu dan Hadoram”.

JAWABAN SAYA:

>> Toi dengan Tohu

>> Yoram dengan Hadoram

Okey, bagaimana dengan Abu Rizal Bakri yang dipanggil: Ical atau Joko Widodo yang dipanggil Jokowi, atau JESHUA yang dipanggil YESUS atau nabi ISA?

Tidak ada komentar: