Minggu, 08 November 2015

SANGGAHAN PST WENAS TERHADAP PENIPUAN PAULUS F TENGKER

 Ini adalah tentang pendeta ke-4:

http://interogasiislam.blogspot.co.id/2012/09/sanggahan-pst-wenas-terhadap-penipuan.html

Notes ini saya buat untuk menyanggah Artikel sbb :

http://www.mail-archive.com/islamkristen@yahoogroups.com/msg10719.html
http://arimateapusat.blogspot.com/2009/10/gerakan-misi-rahasia-lembaga-salibis.html

yang dengan penuh Kebanggaan menyatakan bahwa Seorang Mantan Pendeta Kristen bernama PAULUS F.TENGKER telah menjadi Muallaf & telah MEMBONGKAR Kebusukan & Kerjasama Jaringan Mafia Narkoba dengan para Pendeta di Indonesia.

-



-

Kisah Paulus F Tengker masuk islam ini udah kisah lama. Dan sudah dibantah oleh beberapa ulama muslim sendiri. Karena Paulus Tengker ternyata hanyalah kisah fiktif, orangnya tidak pernah ada. Namun kisah ini sangat dibangga2kan oleh orang Muslim yg tidak up to date terhadap perkembangan. Mari kita lihat satu persatu kelemahannya.

---

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata:Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terke-nal.

### Anda harus tahu bahwa dalam struktur aliran Pantekosta ada yg namanya GPDI, GPPS, GUP,GPT, dll, dsb. Jadi saat menyebut Gereja Pantekosta (tulisan yg bener adalah Pentakosta, bukan Pantekosta) maka penyebutan kata tsb bukanlah khas tulisan orang Kristen apalagi anak Pendeta. Jika dia bener2 anak pendeta, maka dia akan menyebut dengan jelas "Saya anak Pendeta Gereja GPDI" begitu....bukan hanya "Gereja Pantekosta".

Selain itu, Pernahkah ada yang menyelidiki kebenaran ‘asal - usul’ si PFT di atas (PFT=Paulus F. Tengker)? Apakah ada seorang Pendeta dari Gereja Pantekosta yang bermarga “Tengker”, mulai dari masa 27 tahun lalu, di Manado? Jika benar ada, apakah si PFT ini benar anaknya? Pertanyaan yang paling penting pada bagian ini adalah, “Apakah kisah ini pernah diterbitkan di Manado?” Jika kisah ini memang benar terjadi, ini akan merupakan duri tajam yg akan sangat menusuk umat Kristen, terutama Jemaat Pantekosta Menado, di mana terdapat keluarga si PFT , dan di mana Ayahnya Bertugas, atau pernah bertugas sebagai Gembala! Jemaat Pantekosta Manado adalah target utama, dan seharusnya ke sanalah kisah ini digembar-gemborkan! Tetapi, jika kisah ini ‘tidak pernah’ diterbitkan di Manado, percayalah, semua ini fiksi. Manado ada lah “ujian saringan pertama” bagi kebenaran kisah ini!

Dan perlu diketahui, otoritas gereja2 Manado sudah menyelidiki kebenaran kisah ini apakah ada Pdt bernama Tengker yg anaknya jadi Muslim? Nggak ada tuh....Sekali lagi, sebagai umat Muslim, anda seharusnya malu menyebarkan kisah bohong ini demi islam.

---

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata:Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.

### Orang Kristen tidak pernah mengenal istilah "Gembala TUHAN", orang Kristen menyebutnya dengan "Gembala Sidang" atau "Gembala Jemaat". Seumur2 sy melayani sebagai Pendeta lintas sinode tidak ada satupun orang Kristen, apalagi calon pendeta, yg mengenal istilah "Gembala TUHAN". Kisah ini sangat mungkin ditulis oleh orang non-Kristen yg karena keterbatasan pengetahuannya mengenai Struktur kekristenan, sehingga menulis kata "Gembala Sidang" menjadi Gembala Tuhan. hehehe...Gembala Tuhan...hehehe....istilah opo iku???

Pembohong kok digembar-gemborkan???

----

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT:Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno - Surabaya.

### Sekali lagi, kesaksian ini sangat tampak kepalsuannya. Tidak ada yg namanya Sekolah Misi Alkitab di Jl. Arjuno, Surabaya. Yang benar adalah SEKOLAH TINGGI ALKITAB SURABAyA (STAS) yg merupakan afiliasi dari GPPS. Itupun bukan berada tepat di-jl. Arjuno, tapi di-tikungan / BELAKANGNYA (Jl. Bromo). Sedangkan kata "Sekolah Misi Alkitab" juga terbalik2, karena istilah itu sangat tidak dikenal dikalangan Kristen. Yang benar adalah "Sekolah Alkitab Misi Indonesia" (SAMI), itupun berlokasi di Jl. Menanggal  I/10 C Surabaya, bukan di Jl. Arjuno.

Hihihihi...pembohong yg dibangga2kan umat Muslim.

----

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT:Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

### Setau saya, beberapa “calon Pendeta Pantekosta”, sebelum diterima menjadi mahasiwa, harus menjalani ujian mental selama setahun, untuk membuktikan tekad mereka. Mereka harus “melayani tanpa upah”, dan terkadang dengan kurang atau tanpa makan. Ujian ini akan merupakan bagian yang tak terlupakan bagi si calon Pendeta Pantekosta! Jadi, Sangatlah janggal mendengar alasan bahwa seseorang dengan tekad yeng begitu besar untuk menyerahkan hidupnya bagi Kristus, “memilih kota yang dekat dengan kota kelahiran nya”! Ke dalam rimba-belantarapun mereka selalu siap, demi tekad dan demi Yesus!

Ah...bohong banget deh kisahnya......

----

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT:Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masukKristen.

### Kesaksian yg ini lebih lucu lagi. Yakni, mengenai Gereja Nehemia. Tidak ada satupun Gereja di-Surabaya yg bernama Gereja Nehemia. Yg ada hanyalah di-Jakarta. Yang mirip namanya dengan itu adalah GKJ (Gereja Kristen Jawa) Nehemia di Jl. Pasar Jumat, Jakarta, GMII Nehemia di-Samarinda & GBI Nehemia di-Bekasi. Tapi tidak ada satupun Gereja Nehemia di-Surabaya.

Dia juga bilang, bekerja sebagai Part Timer di-Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya.

Ada 2 hal yg janggal disini :

1) Sebagai Part Timer tentu tidak etis & tidak mungkin bisa menjabat sebagai Part Timer di-2 gereja yg berbeda.

2) Nama "Gereja Pantekosta di Indonesia Timur" (GPIT) itu Gereja apa? Tidak pernah ada di-Surabaya, bahkan di-Indonesia. Yang ada adalah "Gereja Protestan Indonesia Barat" (GPIB), tapi perhatikan bahwa GPIB bukanlah Gereja Pantekosta, melainkan Protestan.

Jadi, bohong lagi deh.....

Selain itu, perhatikan juga :

Anda tahu berapa berat ‘beban kuliah mahasiwa Seminari’??? dan berapa ketatnya aturan yang mengikat pada tahun - tahun pertama??? Apakah anda tahu besarnya beban pekerjaan seorang penulis / penyusun naskah??? Dari segi ‘beban kuliah dan beban kerja’, terutama pada ‘dua Gereja’, sudah terlihat suatu “ketidak-mungkinan”!

Sebuah Seminari yang serius, “tidak” akan mengizinkan mahasiswa tahun - tahun pertama, untuk bekerja sambilan, selain bahwa kemampuan mereka belum cukup untuk melakukan pekerjaan yg. Serius, seperti menyusun naskah kesaksian.-----

-------

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat & canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.

### Dalam Gereja Kristen dikenal yg namanya Persepuluhan, Persembahan, dsb. Persembahan dari jemaat udah cukup utk memenuhi kebutuhan Gereja. Tidak ada urusan ada ulama bertobat kek, ada Presiden bertobat kek, lalu diberitakan untuk mencari derma. "Hoiii....ada ulama Muslim Tobat neh...Sumbang dunk...!!!" Kagak Pernah!!!

Kata ber "Derma" sendiri sangat asing bagi orang Kristen. Lebih familiar di-kalangan Buddhist. Sebagaimana kata "Beramal" jauh lebih familier dikalangan Muslim, daripada kata "Berderma".Jadi, kentara banget yg menulis kesaksian palsu ini bukanlah orang Kristen.

------

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda.

### Sorry banget, ini adalah kebohongan besar. Para Lulusan sekolah Alkitab sampe S-3/Doctor sekalipun pun nggak bisa langsung PENDETA MUDA (PDM), apalagi PENDETA (PDT). Mereka harus menjalani jenjang jabatan paling awal, yakni : PENDETA PEMBANTU (PDP).

Karena Pendeta itu BUKAN GELAR melainkan Jabatan. Kalo Gelar (SE, SH, S.TH, dsb), biarpun km berzinah ato murtad-pun ya Gelarmu tetap ada. Tapi Kalo PDT, jika keliru ya dicopot....

Biasanya dari Elders ke Pdp, butuh waktu 2 tahun, dari Pdp ke-Pdm, butuh waktu 3-4 tahun, dari Pdm ke Pdt juga butuh waktu sekitar 3-4 tahun. Lha ini lulus sekolah kok langsung Pdm??? Aturan dari mana itu???

---------

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari.

### Wahahaha....iku acara opo??? Sejak dahulu tidak ada yg namanya acara "TUHAN berkabar di malam hari", baik di-STAS dan SAMI, serta GPPS maupun Gereja2 lain."TUHAN berkabar dimalam hari"??? Ronda dunk...?? hahahaha......wis wis...gendeng tenan wong iki......

-----

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat sulit merekatelusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikatnarkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam!

### Wahahahaha....Gereja bekerjasama dengan Sindikat Narkoba??? Wahahahaha....Fiksi banget.....Lha kalo Gereja meracuni jemaat dengan Narkoba, ya Goblok banget to??? Akhirnya jemaatnya kecanduan Narkoba semua, jadi males kerja, tukang nyolong, resek, bikin keributan, dsb Lha kan malah nggak ada Pemasukan lagi buat Gereja dunk......lha wong jemaate males kerja semua karena kecanduan narkoba. Wahahahahaha......

Biyuh2.....percaya banget ya ama kesaksian O'on ini??

-------

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!

### Pake Narkoba supaya bisa Kontak langsung dengan Roh Kudus??? Buahahahaha....wis..wis...jian tambah nguawur ae arek iki.....hahahaha

-------

PAULUS F. TENGKER - RACHMAT HIDAYAT berkata :Kami pun biasa ketemu & ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks diprivate room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami "dating" dengan mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.

### Hahahaha, ini bener2 konyol. Suradi Ben Abraham contohnya, beliau dijaga 24 jam karena fatwa mati umat Muslim. Bagaimana beliau bisa keluyuran ke-Pub-Pub??? lagian, ia udah di luar negeri sekarang. Sy juga sering menemani nama2 yg disebutkan tsb jika datang ke-Surabaya. Tapi yg namanya Club Deluxe & Top Ten aja belum pernah sekalipun kami menginjakkan kaki disana. Bentuk dalemnya seperti apa aja sy tidak tahu. Mengenai Kowloon, sy beberapa kali kesana kalo ada pesta nikah. Bahkan sy baru tahu kalo malamnya ternyata Kowloon dijadikan Diskotik?

Lagian lho, gimana cara mbaptisnya??? Masak sambil Karaoke-an juga membaptis??? Lha lak Banjir semua Ruangan Karaokenya??? Gimana seh Niph??? Biarpun punya VIP member Card, tapi kalo bikin peralatan Night Club itu Korslet semua gara2 Baptisan ya ditendang keluar!!! Apalagi soal mandi suci bersama? Hahahaha....Lha kenapa nggak mau dipotret aja sekalian pake Hape. Ato undang aja salah satu cewek yg diajak mandi itu utk memberi kesaksian??? hehehe, cerita kok awur2an gini, kentara banget fantasinya.....


Bohong banget dah.......kok ada sih orang yg suka kebohongan2 seperti ini???

Tidak ada komentar: