Kamis, 26 November 2015

SETELAH NONTON SIRKUS

Suatu kali saya ajak pak Komar menonton pertunjukan hipnotis. Pertunjukan pertamanya orang diikat tali sekeliling tubuhnya, lalu tali itu digembok. Berkomentarlah pak Komar di Facebook: "Waah, selesailah permainannya kalau orang itu diikat tali seperti itu." Saya katakan: "Sabar, pak Komar, permainannya masih belum selesai, kita lihat saja 3 hari berikutnya apa."

Lalu orang yang terikat itu dimasukkan ke dalam sebuah peti mati. Berkomentarlah pak Komar: "Ya, sudah, habislah Ketuhanan YESUS." Tapi, belum habis perkataan pak Komar, ketika penutup peti itu dibuka, ternyata orang itu sudah bisa melepaskan semua tali yang mengikatnya. Maka bergemuruhlah tepuk tangan para penonton. Pak Komarpun ikut bertepuk tangan. "Waah, hebat, ya?!" Katanya.

Saya tanya: "Kalau nggak gitu, hebat nggak?!" Pak Komar menjawab: "Iya, kalau nggak ada atraksi diikat, ya nggak hebat agama Kristen ini."

Atraksi yang kedua, kepala seseorang dipenggal sehingga menggelinding di lantai dengan darah berceceran. Para TKI yang di Arab Saudi sudah biasa menyaksikan acara hukuman mati penggal kepala seperti itu. Tapi yang di sirkus ini berbeda sekali. Kepala yang terpisah itu hanya dengan dilengketkan kembali saja, tanpa dijahit oleh dokter spesialis, bisa kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Itulah yang tidak bisa diperbuat oleh bangsa Arab. Mereka baru sebatas bisa memenggal saja, sedangkan untuk memulihkan masih belum sanggup. Maka bergemuruhlah tepuk tangan para penonton.

Berkomentarlah pak Komar: "Ya, di situlah hebatnya sirkus. Kita bayar mahal memang untuk pertunjukan yang benar-benar luar biasa. Kristen memang hebat, sebab ada TUHAN. Sayang Islam masih belum mau TUHAN. Mereka masih suka sama nabi. Itulah sebabnya kami ketinggalan terus, ya?!" Saya manggut-manggut, suka melihat pikiran pak Komar sudah terbuka untuk melihat dunia yang lebih luas dari daun kelor.

Tidak ada komentar: