Kamis, 12 November 2015

TASBIH DAN HARI JUM'AT

1. Tasbih itu asalnya dari Buddha, lalu ditiru Katolik. Sekarang menular ke Islam, ya?!

2. Tentang hari Jum'at:

AL QUR'AN SENDIRI MENCELA MUHAMMAD

Tahukah anda bahwa Al Qur'an sendiri mencela Muhammad? Inilah ayat-ayatnya;
  

QS. 29:46         “TUHAN kami dan TUHANmu adalah SATU.”
   
QS. 45:18          “Kemudian KAMI jadikan kamu berada di atas SUATU syari'at 
                           [peraturan] dari urusan [agama] itu, maka ikutilah syariat itu dan 
                            janganlah kamu ikuti HAWA NAFSU orang-orang yang tidak 
                            mengetahui.”
     
QS. 2:65          “Dan sesungguhnya TELAH KAMU KETAHUI orang-orang
                         yang melanggar di antaramu pada Hari SABTU, lalu KAMI 
                         berfirman kepada mereka: Jadilah kamu kera yang hina.”
QS. 4:47          “Lalu KAMI putarkan ke belakang atau KAMI kutuk mereka 
                        sebagaimana KAMI telah mengutuk orang-orang [yang berbuat 
                        maksiat] pada Hari SABTU. Dan ketetapan  ALLAH pasti berlaku.”
 
QS. 4:154        “….dan KAMI perintahkan [pula] kepada mereka: Janganlah kamu
                         melanggar peraturan mengenai Hari SABTU.”
 Sebab Muhammad telah menyebabkan umat Islam ibadahnya di hari Jum'at.

HARI KEENAM ITU SITTAH

Islam telah mengubah hari ke-6 yang seharusnya: Sittah, menjadi Jumu’ah atau Jum’at.
Kebenaran menuntut itu dikembalikan ke sebagaimana seharusnya. Sebab nama-nama hari dalam bahasa Arab sama dengan di Israel, yaitu berdasarkan urutan angkanya;


Hari ke-1: Minggu - Ahad     - yom Rishon

Hari ke-2: Senin    - Itsnain    - yom Sheni
 
Hari ke-3: Selasa   - Tsalatsah - yom Sh'lishi

Hari ke-4: Rabu     - Arba’ah   - yom Revi'i

Hari ke-5: Kamis   - Khamsah  - yom Chamishi

Hari ke-6: Jum’at   - Sittah        - yom Shishi

Hari ke-7: Sabtu     - Sabtu        - yom Shabbat


Sittah itu artinya hari ke-6, sedangkan Jum’at itu artinya ramai;

http://id.wikipedia.org/wiki/Jumat

Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu'ah yang berarti ramai.

Jumu’ah = Jum’at = Juma’at = jemaat, artinya adalah kumpulan atau orang berkumpul. Kapan atau di hari yang mana orang harus berkumpul menurut Hukum ALLAH? Hari ke-7: Sabtu atau Sabta atau Sabti. Al Qur’an memakai Sabtu 3 kali, Sabta 1 kali dan Sabti 1 kali.
Di dalam “SEJARAH MUHAMMAD” dikisahkan bahwa “Tanggal 24 September 622 TM untuk pertama kalinya NABI bersembahyang Jum’at. Dan sejak itu kota Yatsrib berubah nama menjadi Medinah [Madinatun Nabiy= Kota Nabi].”



 Sekarang, bagaimana kalau kalimat itu kita terjemahkan ke dalam bahasa yang semestinya, menjadi; “…..untuk pertama kalinya NABI bersembahyang BERSAMA UMATNYA.” Jadi, kata-kata ‘Jum’at’ kita ganti dengan ‘bersama umat.’ Sebab untuk nama hari yang ke-6 sudah ada namanya, yaitu; SITTAH.



Ada satu ayat tentang Jum’at di Al Qur’an;



>> QS. 62:9     “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan 
                          shalat pada hari ‘Jum’at’, maka bersegeralah kamu kepada 
                          mengingat ALLAH dan tinggalkanlah jual- beli. Yang demikian 
                          itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”


Bagaimana kalau kata-kata “Jum’at” saya ganti dengan: “berkumpul.”



“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari”berkumpul”,

maka bersegeralah kamu kepada mengingat ALLAH dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Di hari manakah orang berkumpul menurut ALLAH? Jelas Sabtu.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Enda Muhamad Firdaus Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):1 - Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):2 - Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):3 - dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):4 - Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):5 - Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):6 - Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar". Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):7 - Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim. Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):8 - Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". Hari Jum’at (Al-Jumu`ah):9 - Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat

Tidak ada komentar: