Kamis, 19 November 2015

TERPAKSA RELA, SEPERTI APAKAH ITU?

Dengan Rahmad Pujiansyah dan Fajar Ridwan

1. YESUS menjadi JURUSELAMAT atas jasa Yudas Iskariot?

Untuk mengundang semut itu cukup dengan menaburkan gula ke lantai. Untuk mengundang maut itu cukup dengan berdiri di tengah jalan raya. Untuk mengundang perampok itu cukup dengan menenteng duit segepok. Untuk mengundang maki-makian orang itu cukup dengan menjadi penginjil seperti saya.

Jangankan menasehati orang lain. Menasehati istri atau pacar saja sudah bikin dia cemberut seminggu. Menasehati anak? Anak sekarang itu kalau dinasehati orangtuanya malah melawan!

Jadi, untuk menjadi JURUSELAMAT seperti YESUS itu gampang sekali. Asal kita mau menjalaninya. Buktinya, ada ribuan orang mau menjadi teroris bunuh diri. Ada ribuan orang yang mau menjadi anggota ISIS.

Nggak perlu memberikan iming-iming hadiah atau pahala untuk membuat Yudas Iskariot menjadi pengkhianat. Buktinya hanya dengan uang 30 perak saja Yudas sudah mau melakukannya. Jadi, buat apa harus dikasih penghargaan jika memang tabiatnya sudah seperti itu?!

Kisah
1:16"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18--Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

YESUS pasti mati terbunuh itu sudah dalam perhitungan ALLAH. ALLAH sudah tahu itu;

Yohanes
3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

ANAK itu sudah diberikan, sudah diserahkan oleh ALLAH kepada dunia. Kalau saya sudah memberikan uang kepada anda, uang itu hendak anda pergunakan untuk apa saja itu sudah hak anda. Sama seperti orangtua menyerahkan anaknya untuk menjadi tentara. Orangtua itu siap menerima resiko jika sewaktu-waktu anaknya itu mati dalam peperangan.


2. Seperti apakah terpaksa rela itu?

Namanya: Susilo Bambang Yudhoyono.

Jabatannya: Presiden RI.

Penampilannya? Keren sekali.

Kita semua tahu seperti apa kerennya pak SBY, bukan? Seorang yang nggak mungkin mau susah, berbeda dengan Jokowi. Kalau pak SBY disuruh makan yang enak-enak pasti itu akan dia lakukan dengan rela. Pasti ikhlas! Dan kalau yang seperti itu, itu adalah kerelaannya anak kecil. Kalau enak pasti rela, pasti senang.

Sekarang bayangkan seandainya anda sebagai rakyat menyuruh pak SBY menceburi sungai Ciliwung yang kotor. Mau nggak? Bagaimana kalau yang menyuruh itu ketua DPR? Pak SBY pasti akan berkata: "Lebih baik saya lengser daripada disuruh menceburi sungai itu." Bagaimana kalau TUHAN yang suruh? Nabi Yunus saja lari menyembunyikan diri ke buritan kapal ketika disuruh ALLAH memberitakan Injil ke kota Niniwe.

Anda sendiri disuruh ALLAH supaya jangan berbuat dosa, masih terus saja berbuat dosa. Disuruh sholat 5 waktu juga enggan. Jadi, masuk akallah jika pak SBY sekalipun ALLAH yang suruh beliau pasti takkan mau menceburi sungai yang kotor itu.

Yang bisa kita catat di sini: pak SBY dipastikan takkan mau menceburi sungai itu. Setuju?

Tapi bagaimana jika suatu kali anak pak SBY tercebur di sungai itu? Apa yang anda bayangkan? Apakah pak SBY masih gengsi? Apakah masih nggak mau? Apakah menunggu perintah ketua DPR? Apakah perlu ayat Al Qur'an?

Dan seandainya pak SBY itu tidak bisa berenang sehingga sangat berbahaya menceburi sungai itu, apakah pak SBY masih mikir takut mati demi menyelamatkan nyawa anaknya?

Itu pak SBY. Bagaimana dengan tukang becak. Apakah senang dia menjadi tukang becak yang penghasilannya serba kekurangan? Bagaimana dengan tukang sampah. Apakah senang dia menjadi tukang sampah? Bagaimana dengan para TKI yang bekerja di luar negeri. Apakah mereka senang harus terpisah jauh dari keluarganya?


3. YESUS itu menjalankan perintah ALLAH;

Yoh. 6:38Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

YESUS itu sama seperti anda sholat 5 waktu, puasa 30 hari, ibadah haji, dan lain-lain. Dalam rangka apa? Dalam rangka mentaati perintah ALLAH. Para teroris dan anggota ISIS mengapa mereka mau melakukan itu? Dalam rangka mentaati perintah ALLAH. Begitu, bukan?!

Filipi
2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Mat. 3:15Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Rahmad Pujiansyah APAKAH BENAR IBLIS MEMBANTU MENGHAPUSKAN DOSA ORANG KRISTEN .....
.Ajaran priimitif pakai korban sembahan, nabi abraham menyembelih anaknya adalah uji keimanan abraham kepada Allah, nabi abraham berani melakukan karena nabi abraham yakin Allah Maha kuasa dengan mudah bisa menghisupkan anaknya kembali itulah abraham tidak ragu berani melakukan ujian keimananya kepada Allah tidak takut anaknya dia yakin Allah dengan mudah mengghidupakan anaknya kembali jadi abraham melakukan penyembihan pada anaknya adalah uji keimanan saja dari Allah, tidak ada hubungannya dengan penebusan dosa manusia seperti yesus manusia jadi tumbal penebusan dosa pembunuh yesus malah dianggap jadi pahlawan yang berjasa membantu menghapuskan dosa orang kristen padahal kematian yesus di kayu salib adalah atas rencana iblis yang masuk dalam diri Yudas'' Masuklah iblis dalan diri yudas '' ( lukas 22 : 3-4 ) kalau hasil kerja iblis dikatakan menghapuskan dosa manusia maka iblislah yang berjasa membantu menghapus dosa orang kristen maka orang kristen hutang hasa pada iblis.


Fajar Ridwan Anda mau bicara apa.. faktanya yesus tidak rela diserahkan ke yahudi yg akan menyalipnya.. yesus bahkan DITANGKAP.. bukan sukarela menyerahkan diri..

Skenario yesus jelas.. dia tidak mau disalip..

Maka jadi masuk akal.. ketika yesus tidak mau diserahkan ke yahudi.. lalu saat disalip dia berteriak2 kepada Allah.. mengapa Engkau meninggalkanku.


Tidak ada komentar: