Rabu, 09 Desember 2015

ANAK ADAM ANAK DILUAR EDEN

Akibat dosa itu Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, seperti anak yang diusir orangtuanya, sehingga dia harus belajar hidup mandiri, mencukupi segala keperluan hidupnya sendiri. Dia harus bersusah payah, harus menderita dan tertatih-tatih oleh kerasnya kehidupan di luar Taman Eden.

Kejadian
3:17Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Segala kenikmatan Taman Eden tak lagi mereka nikmati, termasuk tak mungkin bisa hidup abadi. Sebab keabadian itu didapatkan dari memakan buah pohon kehidupan. Kini pohon itu sudah dijaga malaikat;

Kejadian
3:24Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kelak jika kita diselamatkan kita akan memakan buah itu lagi, sehingga umur kita bisa sambung-menyambung abadi;

Why. 22:14Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Anak-anak Adam dan Hawa yang lahir di luar Taman Eden itulah kita semuanya. Semuanya telah menjadi anak-anak yang tidak abadi. Kita semua menikmati kehidupan yang serupa dengan kehidupan Adam dan Hawa, yakni kehidupan yang keras di luar Taman Eden. Itulah yang disebut dengan dosa warisan, bahwa apa yang kita nikmati di dunia sekarang ini adalah akibat dari dosa mereka.

Setiap anak yang belum akil baliq perbuatannya masih belum diperhitungkan dosa. Karena itu dia juga tidak menerima pahala atau keselamatan. Anak-anak itu hanya akan mengalami kematian saja, tanpa hukuman neraka. Tapi setelah akil baliq barulah perbuatannya diperhitungkan.

Tidak ada komentar: