Rabu, 02 Desember 2015

BISAKAH KITA SEPERTI YESUS?

YESUS datang ke dunia memang dimaksudkan untuk teladan kita. Karena sebagai contoh dengan sendirinya kita sangat dimungkinkan untuk seperti DIA. Dosa-dosa masa lalu kita diampuniNYA, kita menjadi ciptaan yang baru, saat itulah kita bisa memulai menjadi seperti DIA.

Ketika YESUS berjalan di atas air, Petrus ingin melakukan seperti itu dan nyatanya bisa. Petrus tenggelam karena akal pikirannya dijalankan, sehingga imannya menjadi cacat.

Ketika Firaun mengangkat Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir untuk mengelolah logistik gandum, firaun memberikan kekuasaan yang setara dirinya, sehingga Yusuf sudah menjadi firaun yang ditakuti seluruh rakyat Mesir. Firaun hanya memberikan tanda kelebihannya pada takhta kerajaannya saja;

Kej. 41:40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Kita bisa meneladani seluruh hidup YESUS. tapi kita tak bisa merebut kedudukanNYA di hadapan ALLAH. Namun apakah ada tuntutan supaya kita sama persis dalam tabiat seperti YESUS? Jelas tuntutannya ada, tapi bukan sebagai syarat keselamatan. Para orangtua dan para guru juga menuntut supaya murid-muridnya juara kelas. Jika ada murid yang bodoh, apakah akan dibuang sebagai anak dan sebagai murid? Hanya anak durhaka dan murid yang nakal saja yang harus dibuang.

Menutupi segala kekurangan dan kelemahan itulah fungsinya ALLAH bagi kita.

2Korintus 12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Syamsul Najar sanggupkah atau bisakah serta mampukah kita sepert yesus?

Tidak ada komentar: