Sabtu, 26 Desember 2015

DENGAN BUNG JULIANTO SOEAD

Kalau boleh saya tanya, atas dasar apa anda begitu mempercayai Al Qur'an?

Al Qur'an itu kelahirannya 500 tahun setelah Injil, setelah peristiwa YESUS. Al Qur'an itu dibikin di negeri Arab dan dibikin oleh orang Arab, sedangkan YESUS dan peristiwanya terjadi di Palestina yang jauh dari Arab. Bangsa Yahudi yang menyalibkan YESUS saja tidak ragu-ragu bahwa yang telah mereka salibkan itu benar-benar YESUS. Tidak ada perbantahan masalah penyaliban YESUS, baik di zaman itu hingga 500 tahun kemudian. Baru di zaman Muhammad saja adanya keraguan mengenai siapa yang disalibkan.

Apakah anda sedang bicara dengan saya[orang Kristen]? Jika anda sedang bicara dengan orang Kristen sebaiknya anda gunakan Alkitab, sebab itulah yang dipercayai oleh orang Kristen. Saya kalau bicara dengan kaum Muslim juga menggunakan Al Qur'an. Saya nggak pernah menggunakan Alkitab kepada kaum Muslim.

Sekali lagi pertanyaan saya: atas dasar apa anda mempercayai Al Qur'an? Apakah Al Qur'an bisa dipercayai isinya? Siapa yang berbicara di Al Qur'an?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Turunnya Yesus atau Nabi Isa Al Masih di Akhir Zaman menurut Islam
Nabi Isa Alaihissalam -- yang oleh orang Nasrani disebut Yesus -- menjadi bahan kontroversi antara Islam, Nasrani, dan Yahudi. Orang Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nasrani meyakini bahwa Isa telah disalib dan dikubur.
Namun, kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak disalib atau dibunuh, melainkan 'diangkat' oleh Allah SWT. Nabi Isa akan kembali ke dunia, di suatu masa, di akhir zaman.
Nabi Isa Alaihissalam adalah salah seorang dari lima nabi dan rasul yang diberi gelar 'Ulul Azmi, yakni memiliki sejumlah keistimewaan. Kelima nabi dan rasul yang mendapat gelar itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.
''Ada 33 hadis shahih yang menegaskan bahwa Nabi Isa akan kembali turun ke bumi. Bahkan, ada yang mengatakan sampai 90 hadis,'' tutur Dr Muslih A Karim, dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada sebuah kesempatan.

Tidak ada komentar: