Kamis, 31 Desember 2015

DONGENG SEBELUM TIDUR

Mendongeng kepada anak-anak sebelum mereka tidur kelihatannya sudah mentradisi dalam kehidupan kita. Termasuk kita adalah “korban” dari cerita-cerita dongeng yang ditanamkan ke dalam benak kita oleh orangtua kita tanpa rasa bersalah, tanpa pengetahuan akan dampaknya dikemudian hari ketika anak-anak itu dewasa dimana otak kita sudah “bersahabat” sekali dengan cerita-cerita konyol;

ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.
Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Alkitab dengan jelas memberitahukan bahwa dampak dari menerima dongeng adalah penolakan terhadap kebenaran, dan itu nyata sekali ketika saya berbicara tentang kebenaran hari Sabat, YESUS bukan ALLAH, rambut YESUS itu tidak mungkin panjang, Natal itu tidak ada di Alkitab, dan lain-lain, terjadi penolakan yang keras. Mereka lebih suka menerima cerita-cerita yang diluar Alkitab. Justru orang yang berbicara secara Alkitab ditudingnya sebagai bidaah sesat!


Nah, apakah kita yang saat ini telah menjadi orangtua masih hendak menanamkan cerita-cerita dongeng kepada anak-anak kita? Mengapa bukan cerita tentang tokoh-tokoh Alkitab yang diceritakan ke anak-anak kita?! 

Tidak ada komentar: