Selasa, 15 Desember 2015

IBADAH DENGAN KEBUTUHAN

Kalau kaum Muslim melakukan perintah ALLAH-nya sebagai ibadah. Ibadah artinya perbuatan yang didasarkan pada perintah, seperti hubungan hamba dengan majikannya, yang berdasarkan upah atau imbalan yang disebut pahala. Tapi umat Kristen tidak melakukan ibadah kepada TUHAN-nya. melainkan telah terbukanya kesadaran akan kebutuhan dan ketergantungan dirinya pada TUHAN. Umat Kristen datang kepada TUHAN bukan berdasarkan perintah, tapi berdasarkan kebutuhannya. Dia berdoa dengan permohonan-permohonan, bukan berdoa yang diperintahkan - bukan doa hafalan.

Memang yang semula datang adalah perintah. Pada mulanya memang merupakan ajaran. Tapi ajaran itu mendorong pada terbukanya kesadaran. Ajaran diberikan sekali, berikutnya digantungkan pada kesadaran. Contohnya: setelah kita diajarkan hitungan 1 + 1 = 2, berikutnya kita dikasih soal:
1 + 1 = ...... kita harus menjawabnya.

Jadi, umat Kristen yang masih terperangkap pada konsep ibadah, dia masih belum terbuka kesadaran berpikirnya, dia masih hamba seperti kaum Muslim. Melakukan perintah TUHAN atau menyadari ketergantungan hidup kita pada TUHAN? Jika kesadaran, apakah kesadaran dan kemerdekaan itu berarti melanggar perintah TUHAN? Jadilah seperti burung merpati yang walaupun dibebaskan terbang ke mana saja, namun dia tetap setia pada rumahnya, dia takkan meninggalkan Taurat TUHAN - 10 Perintah ALLAH. Tapi burung perkutut, sekali mendapatkan kesempatan bebas, dia akan kabur menjadi burung liar kembali.

Konsep TUHAN adalah: "dari Mesir KUpanggil anakKU." Dari dunia dipanggil ke rohani. Dan TUHAN berpesan kepada bangsa Israel yang sudah tinggal di Kanaan supaya jangan sekali-sekali kembali ke Mesir. Jangan kembali pada pola hidup duniawi.

Tidak ada komentar: