Kamis, 03 Desember 2015

KENAPA ALLAH MENGADAKAN DOSA?

1. Kenapa ALLAH mengadakan dosa?

ALLAH bukan mengadakan dosa, tapi mengadakan peraturan. Pelanggaran peraturan itulah yang disebut dosa. Peraturan dibuat sebagai pembatas antara pimpinan dengan anak buahnya. Contohnya: kalau dengan teman kita tanpa aturan-aturan. Kita bisa bebas keluar-masuk rumah teman. Tapi terhadap orang yang kita hormati, kita kenakan aturan. Jadi, aturan itu perlu supaya kita tahu siapa ALLAH dan siapa kita.

2. Upah dosa adalah maut. Upah dosa adalah kematian. Kematian kita membuktikan bahwa kita mewarisi dosa Adam dan Hawa. Mulai dari bayi hingga usia akil baliq, tidak dikenakan hukuman neraka. Mereka hanya mengalami kematian tanpa dihakimi. Tapi setelah akil baliq baru perbuatannya diperhitungkan sebagai dosa dengan ancaman hukuman neraka dan sorga untuk yang benar.

3. Mengapa penebusan dosa harus mengorbankan ANAK ALLAH?

Pelanggaran Adam dan Hawa upahnya jelas, yakni kematian. Jika mereka mati, maka tak ada manusia. Penciptaan alam semesta menjadi sia-sia, sebab alam semesta diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

ALLAH menciptakan alam semesta dengan segala isinya adalah bukan untuk DiriNYA, melainkan untuk ANAKNYA, sama seperti bapak membeli mainan adalah untuk kesukaan anaknya. ALLAH tidak butuh apa-apa.

Amsal
8:30aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
8:31aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Baca selengkapnya supaya lebih jelas:

http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=amsal+8&s=on

Kolose
1:16karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

"Segala sesuatu diciptakan oleh YESUS dan untuk YESUS."

Karena alam semesta diberikan untuk YESUS, sementara manusia terancam maut, maka YESUS mengambil tindakan penyelamatan. YESUS seolah berkata pada BAPANYA: "BAPA, biarlah alam semesta dengan segala isinya AKU beli dengan darahKU. Jangan bunuh mereka, tapi biarlah AKU yang mati untuk mereka."

YESUS mempunyai hidup jutaan tahun. DIA bersedia dipotong 33,5 tahun untuk menjadi Manusia biasa.

Yoh. 10:17Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untukmenerimanya kembali.

Kalau YESUS mati tidak bangkit kembali, maukah YESUS? Jelas nggak mau! Tapi kalau hanya memberikan 33,5 tahun bisa memiliki alam semesta dengan segala isinya, masakan anda nggak mau jika anda YESUS?

Jadi, YESUS berkorban atas kesadaranNYA sendiri;

Mazmur
40:6(40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
40:7(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

4. Apakah penyaliban anak tuhan itu bukan sesuatu dosa terbesar ?....

Dosa itu untuk manusia, bukan untuk ALLAH. Hukum dibuat untuk manusia, sedangkan ALLAH tidak masuk ke dalam hukum itu. 

5. Apakah bukan suatu kelemahan TUHAN disalib?

Jelas suatu kelemahan jika TUHAN disalib dan dianiaya. Tapi dengan kebangkitanNYA, itu menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya. Jangan bilang sehat kalau sakit, jangan bilang kuat kalau tidak tahan pukulan. Itu yang TUHAN buktikan, bahwa kematian bukan apa-apa bagiNYA. 

Ada musuh bukannya lari, tapi dihadapi. Ada kematian bukannya dihindari tapi dihadapinya. 

6. Apakah tidak bertentangan dengan ajaran kasih sayang?

Justru itu menunjukkan kasih sayang ALLAH. 

Yohanes 
3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Lisdawati Daud PERTANYAAN UNTUNK PASTOR ,PAUS ,PENDETA ,PARA AHLI KERISTOLOG KERISTEN !.
1.Kenapa Allah mengadakan dosa kalau dia adakan penebusnya dengan cara penyiksaan anaknya yang sulung atau yan bungsu ?..................................
2.Dan apakah penyaliban anak tuhan itu bukan sesuatu dosa terbesar ?.......................
3.Apakah tidak memberi kesan bahwa tuhan itu sangat bertentangan sifatnya ,sangat lemah kekuasan sipenyalib dan si penganiaya itu ?....................
4.Dan apakah sistem penebusan dosa itu sesuai dengan kekasih sayangan menghukum seorang yang tidak berdosa karena dosa orang lain ,ayahnya atau datuknya kah yang berdosa itu ?........................................
Monggo silahkan dijawab !.

Tidak ada komentar: