Selasa, 01 Desember 2015

MENGAPA KEJAHATAN DIBIARKAN?

Mengapa kejahatan dibiarkan? Supaya kejahatan itu nyata! Otak kita adalah ruang tamu bagi ROH KUDUS dan roh jahat, sedangkan jiwa kita adalah tuan rumahnya. Di pikiran itulah terjadi tawaran-tawaran antara ROH KUDUS dengan roh jahat. ROH KUDUS menawarkan kebaikan, roh jahat menawarkan kejahatan, dan kita yang mengambil keputusan. Pada saat tawar-menawar, yaitu pikiran timbang-menimbang, itu masih belum diperhitungkan dosa. Dosa "pikiran" baru terjadi pada saat kita memutuskan untuk memilih jalan yang jahat.

Contohnya: saya memutuskan dan sudah membuat rencana matang untuk mencuri di rumah bung Wahyu. Tapi berhubung rumah bung Wahyu dijaga Satpam, maka saya urungkan niat mencuri tersebut. Di mata TUHAN, ini sudah dosa sekalipun tidak melakukannya. Dan pemerintah tidak bisa menghukum saya karena tidak ada bukti saya mencuri. Bagi TUHAN dosa, bagi pemerintah bukan dosa.

Karena saya tidak terbukti mencuri, maka saya masih bisa menepuk dada sebagai orang baik, orang suci, membohongi penglihatan manusia. Karena itu orang yang berdosa pikiran ALLAH biarkan melanjutkan pikirannya, sebab dia sudah berdosa di hadapan ALLAH, supaya dosa itu menjadi nyata dan berbukti bahwa saya mencuri.

Tidak ada komentar: