Sabtu, 05 Desember 2015

NAMA ISA DARI BAHASA ARAM

Seseorang memposting bahwa nama ISA al MASIH itu dari bahasa Aram, suatu bahasa yang populer dipergunakan di zaman Perjanjian Lama maupun zaman YESUS. Dan bahasa Aram itu dekat ke bahasa Arab.

Kalau di Indonesia, bahasa nasionalnya memang hanya bahasa Indonesia. Tapi kalau di Singapura, bahasa resminya ada 4: Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil. Nah, di zaman YESUS ada 2 bahasa yang umum digunakan yaitu bahasa Aram dan bahasa Yunani. Tapi orang-orang Yahudi tertentu masih suka menggunakan bahasa mereka sendiri, yakni bahasa Ibrani. Sama seperti orang-orang Tionghwa di Indonesia. Kalau berbicara umum mereka menggunakan bahasa Indonesia, tapi kalau terhadap kalangan sendiri mereka menggunakan bahasa China. Bahkan dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka, mereka menggunakan nama China plus nama Indonesia. Kebanyakan orang China mempunyai 2 nama: nama China dan nama Indonesia.

Tapi ingat, kenapa orang-orang China di Indonesia menggunakan nama Indonesia? Sebab itu peraturan yang dibuat oleh Soeharto. Itu sebuah peraturan yang harus ditaati. Apakah di zaman YESUS ada ketentuan untuk memberi nama dalam bahasa Aram? Kalau tidak ada peraturannya, jelas sesungguhnya orang Yahudi lebih suka memberi nama Yahudi saja untuk YESUS, yaitu: JESHUA ha MASHIA. Itulah nama YESUS dalam bahasa Ibraninya. Sedangkan dalam bahasa Yunaninya; YESUS KRISTUS, bahasa Aramnya: ISA al MASIH.

Antara JESHUA dengan YESUS, sumber ceritanya satu, yaitu: Alkitab. Ciri-cirinyapun sama persis, sehingga jika YESUS itu JESHUA, masih bisa dibenarkan. Tapi kalau terhadap ISA al MASIH? Waah, jauh sekali ciri-cirinya. Hanya orang gila saja yang mempersamakan antara YESUS Alkitab dengan ISA Al Qur'an.

YESUS dibesarkan di kota Nazaret yang termasuk wilayah Galilea, sebuah kota yang dihuni berbagai bangsa, sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Yesaya;

Yes. 9:1(8-23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Tidak ada komentar: