Kamis, 31 Desember 2015

PERLUKAH MENDISKUSIKAN AGAMA?

“Jangan bicarakan agama!” Lho koq enak? Koq pinter sekali kamu, setelah seluruh dunia keracunan agama sesat, setelah kebenaran dikubur dalam kesalahan sehingga seluruh dunia dalam keadaan bersalah, kebenaran yang bangkit tidak boleh bicara. Jika kebenaran tidak boleh bicara maka dunia tetap dalam kesalahannya.

Saat ini kebenaran bangkit, kebenaran menggeliat, kebenaran sedang protes menuntut keadilan! Harusnya kebenaran yang berkuasa atas dunia ini.

Jadi, membicarakan agama atau mendiskusikan keagamaan itu perlu, bahkan penting sekali! ALLAH menuntut agama-agama kacau-balau itu dirobohkan;

Wahyu
Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya."

Babel itu artinya kacau-balau.


Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.


Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!


Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!


Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Tidak ada komentar: