Sabtu, 26 Desember 2015

SETIALAH PADA PERKATAAN TUHAN

Adam dan Hawa jatuh karena tidak setia dengan perkataan TUHAN. Perkataan TUHAN mereka tukarkan dengan perkataan ular/setan. Untuk zaman ini yang disebut perkataan TUHAN itu adalah Alkitab. Di luar Alkitab bukanlah perkataan TUHAN.

Adam dan Hawa jatuh karena melihat buah terlarang itu "menarik hati." Kalau tidak menarik bukan tipuan namanya. Penipu ulung selalu menampilkan hal-hal yang menarik. Semakin menarik semakin ulung dia. Barang-barang palsu yang ada di toko-toko selalu penampilannya mirip sekali dengan aslinya. Mirip dengan aslinya, dijual dengan harga yang lebih murah. Persis seperti rayuan iblis kepada Adam dan Hawa: "Sekali-sekali kamu tidak akan mati!" Harga yang mahal telah dibuat murah oleh iblis. ALLAH berkata: "Kamu akan mati!" Tapi iblis memberikan diskon: "Sekali-sekali kamu tidak akan mati!"

Hab. 2:3Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

TUHAN berfirman: "apabila kelihatannya lambat, nantikanlah itu!" Artinya, setialah terhadap Alkitab. Jika Alkitab katakan hari Sabtu, ya jangan diganti dengan hari Minggu. Jika Alkitab tidak menyuruh natalan, ya jangan membikin acara natalan. Jika Alkitab tidak menyuruh anda membuat gambar YESUS, ya jangan digambar. Pendek kata percayalah bahwa Alkitab itu sudah sempurna sehingga tidak perlu untuk ditambah-tambahi. Jangan imanmu menjadi goyah oleh sebab "perkataan yang menarik hati."

Raja Saul ditolak ALLAH juga karena tidak setia dengan perkataan nabi Samuel. Nabi Samuel berjanji akan datang, tapi ketika terlambat seminggu raja Saul sudah lancang menggantikan pekerjaan nabi Samuel membakar korban bakaran;

1Samuel
13:8Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
13:9Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
13:10Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
13:11Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
13:12maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
13:13Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
13:14Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."

Jangan melampaui yang ada tertulis. Jangan melampaui Alkitab;

1Kor. 4:6Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

Apakah TUHAN melarang orang merayakan Natal? Apakah kalau tidak dilarang berarti harus dilakukan? Apakah kalau dilarang kamu juga akan mentaatinya, jika semua aturan-aturan Alkitab kamu langgar semuanya? Kamu dilarang berzinah, nyatanya kamu berzinah. Dilarang mencuri nyatanya juga mencuri.

Apakah TUHAN melarang orang makan batu? Apakah kamu juga akan makan batu karena tidak dilarang?

Tidak ada komentar: