Selasa, 01 Desember 2015

TUHAN PEMIMPIN

1. Anda mau artikan "kami" = "aku" itu terserah anda. Tapi yang jelas bunyi kalimat itu seperti ini:
AKU bersumpah dengan TUHAN..........KAMI benar-benar Mahakuasa.

>> AKU + TUHAN = KAMI. Apakah itu salah?

2. Biarpun itu bahasa Arab, ketika masuk ke bahasa Indonesia, ya harus mematuhi kaidah bahasa Indonesia, donk. Sehingga jika "kami" = "aku", ya terjemahkan saja langsung sebagai "aku" supaya orang Indonesia nggak bingung. Coba seandainya kepala sekolah berkata kepada istri dan anak-anaknya: "Kami tadi makan soto di ......." Apa istri dan anak-anaknya tidak tertawa terpingkal-pingkal? Kenapa terpingkal-pingkal sampai sakit perutnya? Sebab mereka orang Indonesia, bukan orang Arab.

3. Kata anda malaikat dilibatkan dalam penciptaan. Apakah malaikat itu TUHAN dan Mahakuasa? Tapi TUHAN YESUS menurut Alkitab adalah Kepalanya para malaikat. Jadi, jika TUHAN itu malaikat, maka itu menunjuk pada YESUS.

Yud. 1:9Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

"AKU bersumpah dengan PENGHULU MALAIKAT" - YESUS KRISTUS!

4. Kristen mengartikan TUHAN sebagai Pemimpin, itu 'kan suka-suka Kristen?! Masak Kristen hendak diatur oleh Islam? Kristen itu agama paling tua. Islam itu baru lahir belakangan. Kristen itu mempunyai ribuan nabi, Islam itu cuma 1 nabi. Kristen mempunyai sejarah 1600 tahun, Islam cuma 23 tahun. Kristen ditulis oleh 40 orang, Islam cuma 1 orang. Kristen itu induknya Islam. Dan kalau anda buka Al Qur'an, itu isinya Kristen.

Pak Komar berkata: Al Qur'an memang lebih memuliakan nabi ISA. Tapi masalah itu tak pernah dibahas, tak pernah disampaikan dalam khotbah-khotbah. Yang dikhotbahkan hanya masalah hukum-hukum kemasyarakatannya saja. Hah?! Tidakkah itu namanya menyembunyikan kedudukan ISA yang sebenarnya? Kenapa tidak jujur-jujuran saja, menjelaskan siapa Muhammad dan siapa ISA yang sebenarnya?

Mzm. 23:1Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Daud mendefinisikan TUHAN itu adalah gembala. Gembala itu pemelihara ternak, bukan pencipta ternak.

Dan. 10:21Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu,

Mikhael itu Pemimpinmu. Mikhael itu TUHAN-mu.

Yoh. 13:13Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang AkulahGuru dan Tuhan.

TUHAN YESUS menyejajarkan kedudukan TUHAN dengan Guru.

Matius 23:10Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

MESIAS itu Pemimpinmu!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Jeon Jungkook 1. Bahasa arab adalah bahasa paling sulit di dunia .. Satu kata itu bisa berarti 2 makna pak ...seperti (Dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya). Begitulah bahasa arab pak ..

2. Kata “Kami” bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah
melibatkan unsur-unsur makhluk (selain diri-Nya sendiri). Dalam kasus
nuzulnya al-Qur’an, makhluk-makhluk yang terlibat dalam pewahyuan
dan pelestarian keasliannya adalah sejumlah malaikat, terutama Jibril;
kedua Nabi sendiri; ketiga para pencatat/penulis wahyu; keempat, para
huffadz (penghafal) dll. (Coba perhatikan baik-baik, kebanyakan ayat-ayat
yang bercerita tentang turunnya al-Qur’an [dalam format kalimat aktif],
Allah cenderung menggunakan kata Kami).

Kenapa anda menyebutkan Tuhan sebagai jokowi,muhammad, yesus .. Jangan setarakan pak tuhan dengan manusia .. Tuhan bukan sekedar pemimpin .. Tuhan mengatur segala apa yg ada di langit dan di bumi , mengatur mahluk ciptaannya .. Sy rasa pemimpin tidak sepadan dengan tuhan ..

Tidak ada komentar: