Rabu, 02 Desember 2015

YESUS MENYURUH MEMBELI PEDANG

Lukas
22:35Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Ucapan itu diucapkan YESUS ketika saatnya menghadapi penangkapanNYA. Jauh sebelumnya, YESUS pernah mengutus para murid untuk memberitakan Injil dengan pesan supaya tidak membawa bekal perjalanan;

Lukas
9:3kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

YESUS bertanya, ketika tidak membawa bekal, apakah mereka kekurangan di perjalanan? Mereka menjawab tidak pernah kekurangan. Tapi sekarang ketika YESUS hendak menghadapi kematian dan kenaikanNYA ke sorga, TUHAN menyuruh mereka membawa bekal kalau melakukan perjalanan. Maksudnya, tanpa bersama YESUS, jangan selalu mengandalkan mukjizat atau keajaiban ALLAH. Orang Kristen harus bekerja untuk mencukupi segala keperluan hidupnya.

Mat. 9:15Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelailaki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Apa yang mereka nikmati ketika bersama YESUS, itu akan dicabut ketika YESUS sudah tidak bersama mereka lagi. Sama seperti ketika bangsa Israel berada dalam perjalanan di padang gurun, mereka tidak perlu bekerja tapi dicukupi oleh TUHAN secara ajaib. Tapi setelah mereka berada di negeri perjanjian, mereka harus bekerja sebagaimana orang-orang pada umumnya.

Demikian halnya dengan masalah pembelaan diri, jangan lagi mengandalkan pada kuasa ALLAH, tapi harus mengusahakan pembelaan diri sendiri, sebagaimana bangsa-bangsa lazimnya, yakni mempunyai angkatan perang.

Mengapa begitu? Sebab konsep kerja ALLAH itu disesuaikan dengan iman kita. Semakin lemah iman kita semakin lemah kuasa ALLAH yang bekerja di dalam kita, semakin kuat iman kita semakin besar kuasa ALLAH yang bekerja dalam diri kita. Dan ketika kita berbicara secara jemaat atau orang banyak, jelas rata-ratanya pada posisi yang tidak memenuhi syarat. Lihat saja pada nubuatan jemaat akhir zaman yang suam-suam kuku, melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Bagaimana ALLAH hendak melindungi mereka jika mereka dalam posisi menjauhkan diri terhadap ALLAH? ALLAH tidak mungkin bekerja pada kondisi jemaat yang seperti itu.

Jadi, keselamatan kita adalah keselamatan secara pribadi bukan secara rombongan atau secara jemaat. Masing-masing orang harus bekerja menyempurnakan imannya supaya ia diselamatkan. Gereja tidak bisa menyelamatkan.

Tidak ada komentar: