Minggu, 10 Januari 2016

APAKAH SABAT ITU?

Ada yang bertanya: mengapa ibadah saja harus ditentukan hari dan waktunya? - Kalau tidak ditentukan waktunya bagaimana bisa terjadi pertemuan? Biarpun ibadah anda hari Minggu atau Jum'at, ya tetap harus dipastikan waktu, bahkan jam ibadahnya. Masakan anda datang ke gereja setelah acara ibadahnya selesai?

Masalah hari Sabat bukanlah soal pertemuan atau ibadahnya. Masak TUHAN melarang orang bertemu atau mengadakan kumpulan atau beribadah di hari Minggu atau Jum'at? Tidak! Alkitab tidak pernah melarang orang beribadah di hari apa saja. Tapi tentang hari Sabat itu adalah tentang perhentian dari segala aktifitas duniawi, seperti: mencuci, seterika, belanja ke pasar, berjalan-jalan ke mall-mall, mencari uang atau bekerja. Tentu saja maksudnya supaya kegiatan itu tidak mengganggu konsentrasi kita ketika mengadakan pertemuan jemaat[ibadah ke gereja]. Jangan sampai ketika di gereja yang dipikirkan pekerjaan di rumah yang menumpuk. TUHAN mau supaya selama 24 jam di hari Sabat semua orang konsentrasinya ke TUHAN.

TUHAN yang menciptakan manusia telah menetapkan batasan-batasan supaya manusia berbeda dari mesin. Supaya manusia mempunyai waktu untuk beristirahat sebagai kesempatan untuk memulihkan kekuatannya, seperti baterai yang perlu diisi listrik. Supaya oleh istirahat sehari manusia memiliki daya tahan untuk 6 hari bekerja. Dan kita juga memiliki pemikiran itu sehingga kita meliburkan kantor-kantor pada setiap hari Sabtu dan Minggu sebagai hari keluarga.

Hari keluarga itu memberikan kesegaran pada akal pikiran kita, supaya dengan kesegaran akal pikiran fisik kita juga disegarkan. Saya harus mengoreksi slogan WHO – badan dunia di bidang kesehatan yang mengatakan: Mens sana in corpore sano – di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, jelas itu tidak benar. Yang benar adalah di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Pikiran mempengaruhi tubuh, bukan tubuh yang mempengaruhi pikiran!

Contohnya: ketika orang kecelakaan dan tangan atau kakinya patah, tapi masih memiliki kesadaran, maka orang itu masih bisa meminta pertolongan orang untuk menyelamatkan tubuhnya. Pikiran menyelamatkan tubuh! Berbeda dengan orang ketika tidur atau pingsan, dia tak mungkin bisa menyelamatkan tubuhnya. Dan kedokteran sendiri menyatakan kematian seseorang berdasarkan otak bukan berdasarkan denyut jantungnya. Kalau seseorang sudah tidak memiliki kesadaran sama sekali, maka dinyatakan oleh dokter sudah mati.

Sebuah penelitian kesehatan bahkan menyatakan segala macam penyakit disebabkan dari pikiran, kecuali luka di luar tubuh, seperti oleh sebab kecelakaan. Sebab pada saat pikiran lemah, daya tahan tubuh akan menurun sehingga menjadi kesempatan bagi penyakit untuk bekerja.

Nah, sejak penciptaan langit dan bumi, ALLAH telah menetapkan hari Sabat sebagai hari ALLAH memberkati umatNYA;

Kejadian
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --


Ketika umatNYA berkumpul di hari Sabat itulah ALLAH memberkati dan mengabulkan doa-doa umatNYA, sehingga ALLAH tidak memberkati setiap harinya. Berkat sehari untuk enam hari ke depan.

Sabat itu artinya perhentian atau beristirahat. Karena itu jika kita beristirahat makan siang boleh disebut “sabat makan siang.” Kalau kita tidur malam boleh disebut “sabat tidur malam.” Demikian halnya dengan hari-hari libur di kalender, hari-hari besar dan Minggu adalah hari-hari sabat. Ibadah anda di hari Minggu atau Jum'at[Muslim] memang termasuk hari sabat. Sampai di sini tak ada yang salah. Tapi kalau kita cocokkan dengan hari Sabat Alkitab barulah kita mengetahui bahwa hari Sabat Alkitab itu di hari yang ketujuh, yaitu Sabtu.

Sejak penciptaan ALLAH telah memberikan nama pada masing-masing hari menurut urutan diciptakannya; hari ke-1, hari ke-2, hari ke-3, hari ke-4, dan seterusnya. Dalam bahasa Indonesia nama-nama hari diambilkan dari bahasa Arab, sedangkan bahasa Arab serupa dengan bahasa Ibrani;

>> Minggu – Ahad atau Wahid – Yom Rishon, artinya hari kesatu.
>> Senin – Itsnain – Yom Sheni, artinya hari kedua.
>> Selasa – Tsalatsah – Yom Sh'lishi, artinya hari ketiga.
>> Rabu – Arba'ah – Yom Revi'i, artinya hari keempat.
>> Kamis – Khamsah – Yom Chamishi, artinya hari kelima.
>> Jum'at – Sittah – Yom Shishi, artinya hari keenam.
>> Sabtu – Sabtu – Yom Shabbat, artinya hari ketujuh.


Berbeda dengan bahasa Inggris; nama-nama hari dan bulan diambilkan dari nama dewa-dewa Yunani.
Jadi, hari Sabat Alkitab adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu.

Dari Hari Sabat ke Hari Minggu

PENGAKUAN YANG JUJUR DARI PEMIMPIN AGAMA


Distribusi Umum Jemaat-jemaat Pemelihara Sabat


Tidak ada komentar: