Sabtu, 30 Januari 2016

BANGSA ISRAEL DAN HUKUM-HUKUM

1. ISRAEL SEBAGAI PRIBADI:

Israel sebagai pribadi memerlukan tuntunan moral, supaya mereka memiliki moral dalam berhubungan dengan ALLAHnya dan dengan sesamanya. Supaya masing-masing orang mengerti kehendak ALLAH dan kehendak sesamanya. Sama seperti tuntutan moral pasangan suami-istri. Misalnya jika saya tidak suka jengkol, ya jangan masak jengkol. Jika istri tidak suka asap rokok, ya jangan merokok di depan istri. Itu namanya hukum moral atau hukum etika.

Wikipedia menuliskan:

Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.


Untuk memenuhi kebutuhan moral itulah ALLAH menuliskan 10 Hukum ALLAH.

>> Karena ALLAH itu cemburuan, maka bangsa Israel dilarang mengadakan allah yang lain selain YAHWEH.

>> Karena ALLAH itu bermartabat, maka ALLAH tidak mau dibuatkan patung.

>> Karena ALLAH itu Mahamulia, maka ALLAH keberatan namaNYA disebutkan secara sembarangan.

>> Karena ALLAH itu ingin memiliki koneksi atau hubungan yang familiar dengan umatNYA, maka ALLAH mengadakan hari perhentian, hari Sabat.

>> Karena ALLAH tidak suka melihat anak-anak yang kurangajar terhadap orangtuanya, maka ALLAH menuntut anak-anak supaya menghormati orangtuanya.

>> ALLAH tidak suka umatNYA menjadi pembunuh, karena itu dilaranglah membunuh.

>> ALLAH tidak suka umatNYA menjadi pezinah, karena itu dilaranglah berzinah.

>> ALLAH tidak suka umatNYA menjadi pencuri, karena itu dilarangnya mencuri.

>> ALLAH tidak suka umatNYA menjadi penipu, karena itu dilaranglah berdusta.

>> ALLAH tidak suka umatNYA menjadi orang yang iri hati, karena itu dilaranglah iri hati.

Hukum-hukum ini diperlukan oleh setiap orang. Karena itu hukum-hukum ini harus senantiasa ada dan tidak boleh dibatalkan oleh alasan apapun. Kebangkitan YESUS di hari Minggu tidak mungkin mengijinkan orang membuat allah yang lain, membuat patung, menyebut nama YAHWEH sembarangan, membunuh, mencuri, berzinah, dan lain-lainnya. Masakan orang Kristen sekarang sudah diperbolehkan mencuri, berzinah, menipu, dan lain-lainnya?! Jelas nggak benar, kan?!

Ada yang berkata bahwa hukum-hukum itu telah dirohanikan. Misalnya: berzinah secara fisik di Perjanjian Lama, berzinah secara pikiran di Perjanjian Baru. Kalau di Perjanjian Lama orang boleh melakukan masturbasi/onani, di Perjanjian Baru tidak boleh. Tapi apakah berarti secara fisiknya diperbolehkan? Onani tidak boleh, apakah berzinah badani menjadi diperbolehkan? Siapa bilang di Perjanjian Lama diperbolehkan onani? Justru istilah onani itu berasal dari nama orang: Onan yang melakukan onani yang oleh TUHAN langsung dibunuh.

Kej. 38:9        Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.


Tentulah ngawur sekali orang yang berkata bahwa 10 hukum itu telah dirohanikan, bukan?! Jadi, sama sekali tidak benar jika hari Sabat boleh digantikan ke hari Minggu dengan alasan hari kebangkitan TUHAN YESUS.


2. ISRAEL SEBAGAI SUATU BANGSA ATAU MASYARAKAT:

Ketika pribadi-pribadi dihimpunkan, jadilah suatu masyarakat. Di sini akan timbul pergesekan dan permasalahan antara seorang dengan orang yang lainnya. Karena itu masyarakat ini memerlukan aturan atau hukum yang biasanya dikuasai dan diselenggarakan oleh negara.

Sebagai contoh: jika seseorang secara khilaf melakukan pembunuhan,  ALLAH menyiapkan sebuah kota Perlindungan. Pembunuh yang tidak sengaja itu boleh melarikan diri ke kota tersebut, yang jika sudah masuk ke dalam kota tersebut, pihak keluarga korban tidak boleh menuntut balas. Orang itu harus tinggal di kota tersebut sampai keluarga yang berhak menuntut balas telah meninggal dunia. Tapi jika pembunuhan itu disengaja, maka orang itu harus mati dilempari batu. Gigi ganti gigi, mata ganti mata, dan nyawa ganti nyawa adalah konsep hukum di Perjanjian Lama.

Bil. 35:6          Mengenai kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu, ialah enam kota perlindungan yang harus kamu berikan, supaya orang pembunuh dapat melarikan diri ke sana; di samping itu haruslah kamu memberikan empat puluh dua kota.

Mungkin kota Perlindungan itulah cikal bakal penjara sekarang ini.

Karena hukum ini hukum kemasyarakatan, maka ALLAH menyerahkan hukum ini ke tangan negara. Anda tinggal di negara mana, maka hukum negara itulah yang harus anda ikuti.

Rm. 13:4        Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.


3. ISRAEL SEBAGAI KETURUNAN ABRAHAM:

Sebagai keturunan Abraham bangsa Israel mewarisi janji ALLAH kepada Abraham, yakni janji tentang keselamatan akherat. Karena kelak bangsa Israel akan dimasukkan ke sorga atau ke kota Yerusalem Baru, maka bangsa Israel diajarkan aturan-aturan hidup di lingkungan kota suci Yerusalem Baru. Aturan-aturan hidup sorgawi yang diperkenalkan kepada bangsa Israel inilah yang disebut JALAN TUHAN atau yang kita sebut agama.

Mereka yang berdosa itu perlu disucikan. Mereka yang kotor itu perlu dimandikan, dan supaya tetap bersih atau suci, maka setiap kesalahan disediakan pengampunan. Dalam rangka pembersihan jiwa inilah mereka diajarkan ritual-ritual Bait Suci. Dan karena ritual-ritual itu hanya bersifat lambang, maka sifatnya hanya sementara saja sampai acara yang sejatinya yang dilakonkan oleh YESUS KRISTUS tergenapi, maka segala ritual itu bisa diakhiri.

Ef. 2:15          sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Jadi, untuk memahami arti Hukum Taurat kita perlu melihat Israel dari segala sudutnya, yakni sebagai pribadi, sebagai suatu masyarakat dan sebagai keturunan Abraham. Di mana mereka berbeda dengan kita yang hanya sebagai pribadi dan sebagai masyarakat. Sebab sebagai keturunan Abraham mereka dikenai kewajiban untuk mengikuti aturan-aturan keagamaan itu. Suka atau tidak suka mereka wajib melakukannya. Berbeda dengan kita yang masuk Kristen secara suka-suka kita. Mau masuk Kristen boleh, enggak juga enggak apa-apa.

ALLAH tidak terikat kewajiban untuk menyelamatkan kita, karena tidak ada perjanjiannya dengan kita. Karena itu siapa saja yang tidak masuk barisan ALLAH, dia pasti masuk neraka. Siapa yang tidak masuk Kristen akan masuk neraka. Sebab tidak ada ikatan perjanjian dengan nenek-moyang kita.

Yohanes 3:18           Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


Konsep keselamatan ALLAH adalah berdasarkan perjanjian. Sebab kejatuhan Adam dan Hawa juga oleh sebab mereka melanggar perjanjian Taman Eden. Dengan Abraham ALLAH membuat kesepakatan baru untuk dijanjikan Taman Eden yang baru lagi, yakni kota Yerusalem Baru. 

Tidak ada komentar: