Kamis, 14 Januari 2016

BAPA MENGUJI ANAK

BAPA mengasihi ANAK itu sudah pasti, tidak perlu diuji lagi. Tapi apakah seorang anak mengasihi, menghormati, taat dan takut pada bapaknya? Fakta membuktikan banyak sekali anak-anak yang nakal, tidak taat dan tidak mengasihi bapak ibunya. 

Alkitab mencatat bukan hanya YESUS saja yang disebut ANAK ALLAH, tapi para malaikat, iblis, Adam dan Hawa hingga kitapun disebut anak-anak ALLAH. Dan fakta membuktikan sepertiga malaikat melakukan pemberontakan, Adam dan Hawa tidak setia, bangsa Israel selalu murtad, hingga kita yang Kristenpun tak lepas dari kejahatan yang bertentangan dengan kehendak ALLAH. Jadi, ANAK bukanlah jaminan DIA bisa serasi dengan BAPANYA. 

Ketika di sorga keadaan masih baik-baik saja, maka ANAK menganggur, tinggal makan dan tidur melulu. Tak ada yang perlu dikerjakan. Sama seperti kalau mesin mobil tak bisa rusak tak perlu ada bengkel mobil, atau kalau semua orang baik tak perlu polisi, jaksa dan hakim. Rumah tak perlu dikunci atau digembok, bank-bank tak perlu Satpam maupun alarm.

Bukan ALLAH menginginkan terjadinya dosa untuk menguji ANAK, tapi ALLAH menciptakan makhluk hidup pada posisi pilihan antara yang baik dengan yang jahat, dan ALLAH ingin mengetahui jalan pikiran kita. Bisakah kita membedakan antara yang baik dengan yang jahat?


Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.


ALLAH menciptakan semua makhluk dalam kesempurnaan, dijadikan ciptaan maksimal, ciptaan yang sebaik-baiknya. ALLAH tak mau membuat barang yang tak bermutu, melainkan justru yang nomor satu. Tapi dibentangkannya beberapa pilihan mau tak mau mengandung resiko pelanggaran. Ada resiko atau harga bayar untuk sebuah lompatan kemajuan. Dari menciptakan benda-benda mati yang tak bisa melakukan pemberontakan, tak bisa melawan, ALLAH mencoba menciptakan makhluk hidup yang bisa berbuat apa saja, seperti ALLAH – gambar ALLAH. Makhluk hidup itu bisa patuh dan bisa juga memberontak, memiliki kebebasan yang sama seperti ALLAH. 

Kejadian
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.


ALLAH ingin membuat gambar atau photo DiriNYA melalui makhluk-makhluk hidup yang IA ciptakan. Sama seperti temuan teknologi nuklir yang selain menciptakan manfaat juga beresiko terjadinya bencana. Dan kita harus memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan atau resiko itu untuk tercapainya suatu kemajuan yang berarti. 

ALLAH berketetapan melanjutkan proyek-proyekNYA untuk menciptakan makhluk-makhluk hidup dengan keberanian menghadapi resikonya. Dan resiko yang sudah diperkirakan sebelumnya itu benar-benar terjadi. Para malaikat melakukan makar!

Kalau rumah ayah kita dimasuki maling dan ada anak kita di rumah itu, kira-kira apa reaksi anak kita itu? Membiarkan atau melawan maling itu? Jika anak itu malah ketawa-ketawa saja, tidakkah kita akan menganggapnya anak gila? Nah, apa reaksi YESUS ketika terjadi pemberontakan para malaikat? YESUS maju melawan mereka! Di sinilah YESUS mempunyai kesempatan untuk menunjukkan bahwa DiriNYA bukan ANAK manja yang kerjanya makan tidur melulu. 

Demikian pula ketika manusia terjatuh ke dalam dosa, YESUS tidak tinggal diam. YESUS turun tangan mengambil langkah-langkah penyelamatan;

Mazmur
(40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."


Kata YESUS: “ENGKAU telah membuka telingaKU.” Kejadian-kejadian dosa itu merupakan panggilan bagi YESUS untuk bertindak, untuk menunjukkan dharma bhaktiNYA pada ALLAH; “TauratMU ada dalam dadaKU.” YESUS tahu kehendak ALLAH. 

Filipi
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,


Kalau di sebuah perusahaan anak boss dijadikan direktur pasti para karyawannya mencibirkan bibirnya: “Bisa apa anak ingusan itu?” Tapi kalau boss itu profesional tentulah sudah dibuat perencanaan jauh-jauh hari, di mana anak itu dibimbing dan disekolahkan di sekolahan yang bermutu, supaya anak itu mempunyai pengalaman sebelum ia dilepaskan sebagai direktur di perusahaan itu. Dan YESUS sudah turun ke lapangan dosa, ke tengah-tengah kita dan mengalami ujian-ujian yang berat;


Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.


ALLAH tidak memposisikan YESUS ketika di dunia sebagai tidak bisa berbuat kesalahan, tapi ALLAH menciptakan dari bahan-bahan yang orisinil seperti ketika menciptakan Adam dan Hawa. YESUS bukan diimport dari China seperti bus Transjakarta yang dibuat dari besi bekas yang sudah karatan. Kalau YESUS sama seperti kita kwalitasnya, maka DIA tak jauh bedanya dengan kita, yakni gampang melakukan kesalahan. Tapi YESUS dibuat dalam kwalitas yang terbaik supaya tidak mempermalukan ALLAH.


Lukas
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.


Pikiran YESUS adalah pikiran yang masih murni karena tidak tercemar oleh dosa turunan, masih ditambah dengan pengawalan ROH KUDUS sejak dalam kandungan. Terlihat bahwa ALLAH benar-benar mempertaruhkan ANAKNYA supaya menang, supaya tidak mempermalukan ALLAH.
Dalam hal ini Al Qur'an menuliskan;

QS. 19:17 “Maka ia mengadakan TABIR [yang melindunginya] dari mereka, lalu KAMI MENGUTUS RUH KAMI kepadanya, maka ia MENJELMA di hadapannya [DALAM BENTUK] manusia yang SEMPURNA.”


>> ALLAH mengadakan tabir, artinya YESUS itu dijadikan terputus dari mata rantai keturunan manusia.
>> Ditambah dengan ROH KUDUS.
>> Maka YESUS menjadi manusia yang sempurna!


YESUS adalah Petinju yang dipersiapkan untuk menang! YESUS adalah JURUSELAMAT yang dipersiapkan secara matang! Bahkan para malaikat kudus dikerahkan untuk memberikan dukungan moril kepadaNYA.


Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.


Dan puji TUHAN, YESUS bisa menyelesaikan misiNYA dengan sukses!

Matius
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.


Ibrani
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.


Tidak ada komentar: